Ngopi, Kehilangan, dan Kerinduan di Infinite Coffee

Nampak papan bertuliskan “Infinite Coffee” pada bagian atas pintu ruko yang berdampingan dengan kantor pos di perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar. Motor-motor sudah berjejer rapi di depan ruko. Coffee Shop rekomendid yang buka dari jam 11 pagi hingga 12 malam.

Ngopi. Kehilangan, dan Kerinduan di Infinite Coffee
Ngopi. Kehilangan, dan Kerinduan

Dua pria duduk di depan area bar nampak serius memandangi kamera dan laptop secara bergantian. Seorang pemuda berjaket maroon duduk di meja yang bersampingan dengan motor klasik. Pajangan motor klasik menjadi pembeda Infinite Coffee dengan kafe kopi lainnya.

Banyak spot keren yang bisa dijadikan ajang eksis ria. Tiga motor klasik menjadi pelengkap pada masing-masing area dinding. Bisa disimpulkan pemilik kafe ini sepertinya penyuka motor klasik.

Kamu bebas memilih ingin menikmati kopimu dengan suasanya seperti apa.

Jika ingin menyendiri, kamu bisa memilih kursi yang menghadap dinding.

Jika ingin bercengkrama bersama teman-teman dan ingin terlihat kekinian, maka kamu bisa memilih salah satu dari empat meja dan kursi daur ulang. Mejanya terbuat dari tiga ban bekas yang ditumpuk dan dilapisi kayu bundar bercat putih. Sedangkan kursinya berasal dari ember besi yang ditambahkan lapisan empuk sehingga nyaman tuk dijadikan tempat duduk.

Ngopi di Infinite Coffee
Ngopi di Infinite Coffee

Sajian Americano, Latte, Cappucino, Moccachino, Vietnam Coffee sebagai menu andalan jika ingin merasakan sensasi dingin pada minuman. Sedangkan, jika pengen minuman hangat, bisa memilih Espresso, Americano, Coffee Latte, Cappucino, Moccachino, Kopi Susu, Vietnam Coffe, Chocolate, Taro Latte, Green Tea Latte, atau Red Velvet Latte. Bagi kamu yang tak mau mencicipi kopi, tersedia chocolate, taro, green tea, red velvet, thai tea.

Daftar Menu Infinite Coffee
Daftar Menu Infinite Coffee

Daftar menunya unik, diukir diatas kayu cokelat menggunakan tip-ex lengkap dengan aksen gambar kopi yang menarik perhatian. Awalnya suasana kafe kopi sangat sepi, sesaat kemudian, musik mulai melantun tapi tak kukenali suara penyanyinya. Belum punya referensi sama sekali. Sepertinya sih aliran musik ska. Mesin pembuat espresso menjadi pemikat pada bar area. Espressonya tak dibuat manual oleh barista.

Saya seperti di dunia lain ketika nongkrong di Infinite Coffee, suasananya tetap terasa sejuk meski di jalanan sedang terik di siang bolong. Padahal hanya kipas angin yang menjadi pendingin ruangan.

Jika ingin cari kata kunci untuk berselancar di dunia maya menggunakan wifi gratis, cari saja di salah satu area dinding kafe. Kamu juga bahkan bisa menemukan akun sosial media Infinite Coffee, sehingga kamu bisa melampirkan akunnya saat berbagi foto selfiemu di sosial media. Dinding hitam layaknya papan tulis dihiasi gambar dan typhography dari kapur membuatnya unik.

Daftar Komposisi Kopi
Daftar Komposisi Kopi

Saya memesan Moccacino Dingin dan temanku memesan Vietnam Drip. Misi memindahkan filem serial ke dalam Harddiks eksternalku menjadi alasan kami berada di Infinite Coffee.

Aroma Vietnam Drip menyeruak ke dalam hidung, menggodaku tuk dipotret. Kugeserlah ia, atur sedemikian rupa agar posisinya pas. Setelah jepret empat kali, Sang Moccacino Dingin pesananku datang. Daripada Vietnam Drip menjomblo, maka kusandingkanlah ia bersama Moccacino Dingin dalam satu bingkai kamera ponselku. Diatur sedemikian rupa, agar bisa nampak layak di dengan latar dinding typography bertuliskan Infinite. Pasangan kopi yang sedang tak melakukan foto pre wedding.

Moccacino with Vietnam Drip
Moccacino with Vietnam Drip

Untuk moccacino dingin pesananku, ketika sesapan pertama melalui sedotan, sensasi manisnya susu terasa duluan, disusul rasa kopi yang telah bercampur dengan cokelat yang tetap hinggap beberapa lama di langit-langit mulut meskipun rasa susu telah hilang. Begitupun pada sesapan-sesapan  berikutnya. Hingga tetes terakhir, moccacino dingin meninggalkan kesan Infinite Coffee bolehlah jadi tempat ngopi di lain waktu.

Satu hal yang membuatku sedikit kecewa adalah tempatnya kurang aman. Helm temanku hilang, rasa bersalah pun menghinggapi pikiran. Helm itu adalah milik adiknya. Menurut Barista, kehilangan helm adalah hal yang lazim terjadi di area parkiran. Oleh karena itu, disarankan helm dibawa serta masuk ke dalam kafe.

Misi copy film serial di Infinite Coffee pun selesai, sekaligus menyisakan rasa kecewa karena kehilangan dan rasa rindu ingin kembali. Suatu hari nanti.