Karangan Bebas

Ahadku Padat

25 Januari 2015

Akhirnya, celengan rinduku pecah. Aku bisa bersua dengan Kakak Kakak SIGi Makassar pada penutupan kelas di Pandang Raya.

Setelahnya, kutatapi Menara Eiffel Mini di kompleks perumahan dekat Pandang Raya. Ingin hati untuk berfoto, apa daya warnanya memudar.

Kemudian, lunch bareng Kakak Kakak SIGi Makassar di depan XXI Mall Panakkukang.

Di tempat yang sama, kakak-kakak sewaktu masih bersekolah menengah pertama di Pesantren IMMIM kompakan menoleh sekilas padaku. Mereka nampak mengenaliku. Aku pun begitu. Kaki terasa enggan untuk beranjak menghampiri mereka. Tampilan mereka berubah drastis dan mengikuti trend masa kini. Sedangkan aku tak seperti mereka.

Kita boleh saja tak bersua dalam waktu relatif lama. Tapi, takkan ada yang bisa menghapus kenangan sewaktu masih bersama. Kita bisa saja berjumpa lagi lalu bersikap layaknya orang yang tak saling kenal. Namun, ingatan kan selalu mencuat ke permukaan bahkan ketika hadirnya tak diinginkan.

Setelahnya, aku dan beberapa relawan panitia Kelas Inspirasi Gowa, seseruan di Lapangan Syekh Yusuf Gowa. Awalnya, kami sibuk membenahi human banner sebagai media berkampanye.

Lalu, kami bergantian memotret diri bersama human banner, cara ini berhasil mengundang banyak pasang mata menoleh. Keberhasilan sosialisasi Kelas Inspirasi Gowa bergantung pada relawan modelnya.

Kami hebat karena bersama. Itulah esensi semangat kerja tim yang diajarkan Kelas Inspirasi.

Semoga kepingan-kepingan sosialisasi kami dapat menghasilkan ratusan Relawan Pengajar/Fotografer/Videografer yang bersedia menerima #1DayOffChallenge (Tantangan Cuti Sehari) serta teraktivasi untuk membangun mimpi Anak Gowa.

Hari ke-25 #JejakJanuari

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply