Aroma Karsa Digital Tribe Berhasil Bikin Saya Penasaran

Aroma Karsa Digital Tribe Berhasil Bikin Saya Penasaran

By : -

Entah ada angin apa yang membawa saya menjelajahi Twitter. Tetiba saya menemukan pola yang sama. Para penulis kesukaan yang saya ikuti membahas tagar #AromaKarsa. Saya penasaran ada apa dengan Aroma Karsa?

Tak lain dan tak bukan, ternyata Mak Suri @deelestari sedang eksis mempromosikan novel terbarunya yang berjudul Aroma Karsa. Pernah sih Ifa bercerita mengenai Dee Lestari sedang mencoba hal baru dalam menjual karyanya dengan konsep cerita bersambung. Saya menyimak dan menimpali secukupnya. Cuma saat itu saya belum tahu bahwa ternyata judulnya adalah Aroma Karsa.

 

Alasan membeli aroma karsa digital tribe

Sumber : Akun Twitter @deelestari

Berbekal promosi seperti tampak pada poster di atas, saya berada di ambang kebingungan. Beli atau tidak ya? Banyak keuntungan ditawarkan, adanya tenggat waktu pembelian, serta adanya harga asli tercoret dan harga lebih murah sangat mencolok merupakan paduan apik dalam meningkatkan ketergesaan calon pembeli seperti saya tuk akhirnya merogoh isi tabungan tuk memilikinya.

Digital Tribe vs Versi Cetak Aroma Karsa

Memang sih digital tribe dan versi cetak berbeda dari segi penjualan. Setelah memiliki digital tribe dan jika ingin membeli versi cetak, tetap mesti mengeluarkan uang lagi. Namun, saya tak terlalu terobsesi dengan versi cetak. Toh kenyataannya, saya telah membaca karya-karya Dee Lestari hanya bermodal pinjam dari teman-teman yang bermurah hati. Saya pun tetap berusaha menjaga kepercayaannya dengan menjaga baik-baik buku pinjaman, lembar per lembar.

Meski saya pernah pinjam salah satu novel yang ternyata pembatas bukunya. Tapi, itu bukan karena saya menghilangkannya. Cuma saat saya ambil, memang tak ada. Sayangnya saya lupa juga memberitahunya bahwa pembatas bukunya tak ada. Teman saya pun mengerti. Sejak saat itu, saya akan memastikan kondisi novel yang akan saya pinjam, sebelum akhirnya membawa pulang.

Bagian per bagian Digital Tribe Aroma Karsa rilis tiap hari Senin dan hari Kamis hingga total 18 bagian. Tiap bagian terdiri 45-50 halaman dan pada bagian akhir tiap bagian, selalu saja akhirnya bikin penasaran. Kepingin cepat-cepat rilis lagi bagian berikutnya. Entah apa dasar dari pemilihan waktu rilis bagian, sudah kayak puasa sunat saja pakai Senin dan Kamis. Sulit juga menceritakan detail alasannya, pokoknya Mak Suri Dee Lestari memotong tiap bagian dengan cara apik dan pas pada porsinya.

Meski saya tak membaui langsung aroma buku versi cetak, pasti sensasinya beda, dibuat penasaran saja sudah seperti memberi arti bagi hari Senin dan hari Kamis saya. Selayaknya menikmati babakan cerita bersambung zaman dahulu, konsep yang dibawa digital tribe Aroma Karsa patutlah dicontoh sebagai cara promosi saat ini. Setidaknya penantian itu memberi arti bagi hari-hari saya selain hanya menantikan hari kelahiran bayi saya. Kalau menurutmu gimana?

Baca Juga :

Madre, sekeping karya Dee

Mengulik Lebih Dalam, Novel Karya Ika Natassa

Sempurna Mengoyak Perasaan

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *