Bahan Tambahan untuk Sediaan Steril

Malam ini, Saya lagi -sok- rajin belajar untuk memahami lebih awal materi esok hari pada mata kuliah Teknologi Sediaan Steril. Saya pun sedikit mengerutkan kening ketika membaca materi yang sebelumnya sudah dibagikan dalam bentuk print out dan akhirnya memutuskan untuk merangkum dan mengatur sedemikian rupa materinya sehingga Saya lebih mudah memahami dan menghafal sehingga memudahkan Saya menjawab soal ujian, serta pastinya semoga bermanfaat bagi orang yang  juga mencari materi ini melalui google.

Bahan Tambahan untuk Sediaan Steril.

Dalam memformulasi sediaan steril, seringkali ditambahkan suatu bahan untuk meningkatkan kegunaan dan kestabilan dari suatu sediaan. Bahan tersebut dikenal sebagai bahan tambahan.

Pertimbangan menambahkan suatu bahan tambahan tergantung pada manfaatnya, antara lain :

1. Untuk Menjaga Kelarutan Obat; ditambahkan bahan pelarut

Contoh bahan pelarut : PEG 300 atau 400, propilenglikol, gliserol, etanol

Contoh obat yang menggunakan pelarut tersebut antara lain : barbiturat, antihistamin, glikosida jantung.

Bahan tambahan (selain pelarut) yang dapat menambah kelarutan obat, antara lain :

Nisinamid —> riboflavin

Na Benzoat —> kofein

Kelebihan etilen diamin —> dalam injeksi aminofilin

2. Untuk Menjaga Kestabilan Obat; ditambahkan antioksidan

Antioksidan dapat digolongkan ke dalam 3 golongan :

a. Antioksidan sejati ;

contoh : Alkil galat, BHA (Butil Hidroksi Anol), BHT (Butil Hidroksi Toluen), tokoferol.

b. Zat Pereduksi ;

contoh : Asam askorbat

c. Antioksidan pereduksi

contoh : Asam tartrat, asam sitrat, asam edetat, garam edetat, lechitin.

3. Untuk Menjaga Kesterilan Obat; ditambahkan bahan pengawet

contoh pengawet yang sering digunakan :

– Benzalkonium klorida; benzethonium klorida

– Benzil alkohol; klorbutanol

– Fenol; kresol; p-kloro-m-kresol

– Fenil Merkuri nitrat

– Timerosal; nitromersol

– Metil paraben; propil paraben (lebih efektif bila dikombinasi)

nb : penggunaan pengawet pada sediaan injeksi selain dibatasi juga tidak boleh pada :

– infus, injeksi intraspinal, injeksi intrasistenal, injeksi sub dural

Persyaratan pengawet yang ideal :

a. Efektif pada konsentrasi rendah terhadap berbagai jenis mikroorganisme secara luas,

b. Larut pada konsentrasi yang diinginkan,

c. Tidak toksik dan tidak sensitif secara eksternal maupun internal pada konsentrasi yang diinginkan,

d. Dapat bercampur dengan berbagai bahan obat, pelarut, dan pendispersi,

e. Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna,

f. Aktif dan stabil untuk jangka waktu lama pada rentang pH yang luas dan terhadap suhu, dan

g. Murah dan mudah diperoleh.

4. Untuk Memudahkan Pemberian Obat;

Digunakan dengan tujuan mengurangi rasa nyeri atau iritasi pada saat pemberian obat, sediaan harus dibuat isotonis.

Untuk maksud yang sama setingkali ditambahkan anastetik lokal.

Updated :

Ketika kuliah ada beberapa penjelasan yang ditambahkan oleh dosen dan berikut adalah penambahannya :

Untuk menjaga kestabilan obat ditambahkan bahan tambahan (bukan pelarut) yang dapat menambah kelarutan obat, contoh tambahannya :

Teofilin (sukar larut ait) yang ditambahkan kelebihan etilen diamin sehingga terbentuk aminofilin (mudah larut air)

nb : penambahan kelebihan etilen diamin harus berlebih karena kalau ada CO2 di udara ikatannya putus, maka teofilin-nya bisa mengendap karena terkontaminasi.

Oh iya, materi ini adalah materi penutup untuk kuliah Teknologi Sediaan Steril yang disajikan oleh Dosen yang sejak awal semester masuk ke kelas dan akan segera digantikan oleh Dosen berikutnya untuk materi lainnya. Biasanya setelah materi-materi selesai diajarkan oleh satu Dosen maka dilakukan ujian untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa mengenai materi yang telah diajarkan.

Oleh karena itu, kalau kebetulan Kamu membaca materi ini mohon doanya semoga ketika Saya mempelajari kembali materi-materinya bisa dengan mudah diserap ilmunya sehingga dengan pengetahuan tersebut Saya menjadi mudah menjawab soal-soal ujian dan ke depannya ilmunya bisa diterapkan serta termanfaatkan untuk orang lain. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *