Bermodal ajakan kak Abby Onety via telepon, saya pun nekat menyusul ke lokasi “Pelatihan blogger dan menulis reportase di media sosial” di gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) SulSel. Nekat menjadi peserta selundupan yang tak registrasi.

Saya terkaget-kaget ketika tiba di lokasi. Para peserta yang mendominasi kegiatan pada 5 september 2015 ini adalah para wartawan senior dan beberapa blogger handal.

Aku mah apa atuh. Wartawan bukan. Ngaku diri sebagai blogger, belum berani.

Karena sedikit telat, saya hanya bisa dapat kalimat keren pada sepatah kata pengantar oleh bapak berkemeja ungu, perwakilan pihak PWI SulSel.

Beliau berpesan bahwa 3 hal yang mesti dipegang teguh dalam menulis yakni kualitas, moralitas, dan integritas. Beliau kembali menyampaikan perihal yang sama pada sesi tanya jawab berlangsung.

Banyak ilmu yang saya dapatkan melalui pelatihan keren ini.

Tiga hal penting dlm menulis yakni kualitas, moralitas, dan integritas

Bapak berkemeja ungu berbagi kalimat ajaib

PWI SulSel dengan Blogger Reporter Indonesia membagi pelatihan ini ke dalam dua sesi. Sesi pertama, sharing bersama Bang @HamziSRONDOL. Sesi kedua, sharing bersama @KangArul.

Founder Blogger Reporter Indonesia (BRId), @HamzilSRONDOL, berbagi contoh kriteria blogger yang menghasilkan duit, antara lain:

  1. Konten tulisannya dibuat bergaya story telling;  Dalam bahasa jurnalis, dinamakan sebagai features. Tulisan dengan gaya bercerita akan membuat pembaca terbuai secara emosional. Alhasil, para pembaca akan betah membaca hingga akhir.
  2. Penjiwaan tulisan sangat kuat; Tulisan yang berhasil membuat pembaca turut serta dalam setiap alur kisah, akan membuat pembaca betah berlama-lama. Postingan blog yang bagus adalah ketika mampu membuat pembaca betah hingga minimal 7 detik pada setiap postingan.
  3. Pintar menyesuaikan platform blog yang dibuat; tampilan blog sangat user experience
  4. Konten blog dilengkapi ilustrasi berupa foto atau video sebagai penunjang tulisan.

Beliau juga berbagi tips menuliskan reportase di blog, adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan ide/keyword; sebagai gagasan tulisan.
  2. Lengkapi dengan plotting; untuk membangun emosi pembaca saat menjiwai tulisan.
  3. Lakukan riset; tulisan tanpa riset akan menjadi hambar.
  4. Tetap gunakan 5W1H dan genapi dengan pengalaman blogger saat mendatangi event/kegiatan; usahakan agar plotting tulisan tetap terjaga.
  5. Tambahkan foto atau video; untuk mendukung akurasi tulisan.
  6. Buat agar blog kita SEO friendly; sehingga mudah mendapati ranking teratas dalam pencarian google.
  7. Sesuaikan platform agar user experience; mudah dipahami oleh pembaca

Kaidah nge-blog yang potensial menghasilkan uang, antara lain:

  1. Melakukan livetweet selama kegiatan berlangsung. Ingat lah tuk mencantumkan hastag yang ditentukan panitia. Livetweet dapat menjadi acuan bagi blogger saat menuliskan reportase dan pastinya sangat membantu. Bila perlu, lengkapi dengan foto atau video.
  2. Tuliskan reportase berupa postingan di blog, berdasarkan live tweet dengan hastag atau coretan-coretan selama kegiatan.
  3. Sebarkan link postingan blog ke semua sosial media.

Dari sesi tanya jawab, saya baru tahu bahwa ada dua jenis blogger. Pertama, blogger content yakni blogger yang menomersatukan content. Blogger content dapat mereview produk, menuliskan reportase, dsb. Blogger tipe kedua yakni blogger adsense. Saya masih agak kurang paham dengan tipe blogger kedua.

Belajar menulis reportase di blog

Bang Hazmi berbagi ilmu cara meenjadi blogger reporter yang bisa menghasikan duit lebih

Kalimat @HamziSRONDOL yang menjadi kutipan favotiku adalah “blogger itu menjurus pada personal branding. Seseorang dinamakan blogger karena suka berbagi.” Mari awali nge-blog dengan niat untuk berbagi pengetahuan. Blog kita akan menghasilkan duit, seiring berjalannya waktu dan kualitas konten blog sesuai kriteria.

Sesi kedua dilanjutkan sharing oleh @KangArul. Suasana lebih santai dan peserta lebih sering ketawa oleh candaan pemilik www.kangarul.com.

Tujuan sesi kedua adalah menyalakan semangat para wartawan, apalagi yang telah senior, untuk mulai menjajal dunia blogging. Karena menurut Kang Arul, “nge-blog dapat digunakan untuk menuliskan apa saja yang tak bisa dimuat oleh media cetak dan media TV.”

Sharing bersama Kang Arul lebih banyak menghasilkan kalimat kutipan pada catatanku. Contohnya sebagai berikut:

“Orang yang sering menulis, maka kepikunannya akan terjaga.”

“Kalau ingin menuliskan buku, buatlah secara santai. Hindari membuat deadline dengan batasan waktu. Menulis buku akan jauh lebih mudah dijajal, bila rutin menulis di blog. Satu postingan per hari. Kurang lebih 1300 kata per postingan.“

“Nge-blog lah dengan style mendramatisir. Tulisan pada lima belas detik pertama, sangat penting membuat betah para pembaca.”

“Tulis lah hal-hal yang remeh. Karena hal-hal remeh yang perlu dan sering dibaca orang lain.”

“Sesuatu yang jelek, jika dikemas dengan baik, maka hasilnya akan baik.”

Kang Arul berbagi banyak kutipan menarik

Kang Arul berbagi banyak kutipan menarik

Kang Arul juga berbagi tips sukses menang lomba blog review produk, yakni:

  1. Tuliskan secara natural dan penuh jiwa.
  2. Dahulukan untuk menuliskan pengalaman kita saat menggunakan produk yang sedang direview.
  3. Gunakan kemampuan jurnalis untuk nge-blog agar tulisan lebih menarik dan akurat.

Terima kasih kak Abby Onety atas ajakan yang sangat menginspirasiku. Terima kasih kak Mugniar atas sharing pengalaman, saat sesi istirahat. Terima kasih kak Vita Masli atas selfie selfienya, kamera HPnya keren.

Belajar menjadi reporter blogger

Foto dicomot (tanpa izin) dari akun facebook kka Vita Masli

Banyak hal yang membahagiakan ketika ikut “Pelatihan blogger dan menulis reportase di media sosial”. Lingkaran pertemananku bertambah, punya pengalaman baru, serta dapat ilmu (yang insyaALLAH sangat bermanfaat). Saya juga dapat hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan dan masuk dalam nominasi livetweet terbaik. Sebuah gelas dan botol minum akan menjadi temanku, media penghapus haus.

 

Tentang Ica

Apoteker penyuka moccachino, gembira jika kenal orang baru, bahagia apabila membaca buku modal pinjam, senang nonton film serial, serta girang mempelajari hal baru. Geminian yang asyik jadi relawan anak di Komunitas Sobat Lemina. Contact : nurfaisyahsalam@gmail.com

5 comments

  1. Balas

    Karena kamu tahu saya pasti datang ke sini buat komen, kan?Hahahaha… Kapan2 ketemu lagi yah.
    *btw, dak ada hitunganmu yg lebih susah kah buat naro komen?hihihii*

  2. Nurfaisyah

    Balas

    Ups, ketahuan deh.
    Sip kak. Kapan-kapan ketemuan lagi. 😀
    Itu hitungan yang sudah paling mudah kak.

  3. Asnawin

    Balas

    Dinda nurfaisyah dan Vita Masli, reportase adinda berdua sangat menarik karena ditulis dengan gaya gaul. Reportase adinda berdua dan reportase peserta lain yg sy temukan di dunia maya, sy formulasi ulang untuk jadi berita di website Pedoman Karya (
    , trims…

  4. Nurfaisyah

    Balas

    Terima kasih Kak Asnawin. Tulisan hasil ramuan Anda menambah wawasan kami tuk mengurai kalimat.

  5. Huda Pelatihan SDM

    Balas

    Alahamdulillah saya belajar banyak disini.
    makasih mbak ilmunya.
    semoga sukses 🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *