#1DayOffChallenge Kelas Inspirasi Gowa

Salam Inspirasi !

Saya baru tahu mengenai Apoteker, sewaktu lulus SMA. Itupun karena “sedikit” paksaan orang tua, masuk jurusan Farmasi. Awalnya berat menjalani kuliah. Tapi, semakin lama, saya makin mencintainya.

Jika sejak kecil, dibekali info tentang Apoteker, mungkin saya akan mencintainya dari awal. Bercita-cita jadi Apoteker, tanpa paksaan orang tua.

Saya ingin agar para murid SD memiliki wawasan luas mengenai pilihan profesi untuk dijadikan cita-cita. Itulah alasanku jadi relawan Kelas Inspirasi.

Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka.

“Bercerita menumbuhkan cita”

Kelas Inspirasi merupakan solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan sekolah tempat dia berpartisipasi.

Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.

Stop motion Kelas Inspirasi Gowa

Kelas Inspirasi memiliki 7 keunikan dan diramu dalam bentuk sikap sebagai berikut:

1. Sukarela. Semua pihak yang terlibat mengikuti Kelas Inspirasi dengan penuh kerelaan hati. Mereka terlibat secara sukarela, baik sekolah maupun relawan/pegiatnya.
2. Bebas kepentingan. Kelas Inspirasi bebas dari relasi dengan institusi perusahaan/lembaga tempat pegiat bekerja, relasi dengan motif pemasaran perusahaan dan berbagai kepentingan nonpendidikan yang tidak relevan. Satu-satunya kepentingan yang ada adalah demi masa depan anak-anak Indonesia.
3. Tanpa biaya. Tidak ada biaya, baik yang dipungut dari relawan, sekolah atau siapapun. Tidak juga melibatkan pendanaan dari perusahaan atau lembaga lain. Satu-satunya pendanaan yang mungkin hanyalah iuran dari relawan/pegiat.
4. Siap belajar. Bersikap terbuka dan saling belajar, baik sekolah, pegiat/relawan dan semua pihak yang terlibat. Relawan terbuka belajar khususnya bagaimana mengajar di depan kelas, sekolah juga terbuka dengan masukan dari relawan khususnya tentang penyelenggaraan Kelas Inspirasi.
5. Ambil bagian langsung. Para pegiat dan juga pihak sekolah selalu siap turun tangan langsung, fokus pada aksi dan dampak bagi siswa dan kemajuan sekolah. Kesiapan turun tangan juga dibuktikan dengan siap mengambil cuti pada hari H dan siap untuk berkorban menyiapkan berbagai hal sebelum hari H.
6. Siap bersilaturahmi. Terbuka untuk membangun silaturahmi, baik relawan maupun sekolah. Relawan dan sekolah terbuka, saling rendah hati dan tulus untuk terus menjalin silaturahmi demi kemajuan sekolah dan pendidikan bersama.
7. Tulus. Semua pihak percaya bahwa ini bukan tentang diri relawan, bukan tentang para pengurus sekolah, tetapi demi anak-anak Indonesia yang akan lebih percaya diri dan siap berjuang menyongsong cita-cita mereka.

Seharusnya kita malu pada diri sendiri yang meski hanya bersedia mengajar sehari, malah mengharap imbalan berupa selembar kertas serupa sertifikat pengakuan dengan embel-embel telah melakukan pengabdian masyarakat.

Guru kita saja yang identik dengan istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” bersedia mengajar kita sekian bulan bahkan tahunan sehingga kita bisa sukses.

Mereka secara sukarela dan tulus mendidik kita agar menjadi pribadi hebat tanpa pernah berharap suatu saat kita bakal kembali menjumpai mereka tuk sekadar berterima kasih atas jasanya. 

Mungkin sukarela dan tulus itulah esensi sejati kenapa “ilmu yang bermanfaat” menjadi salah satu amal jariyah.

Adapun manfaat yang ingin dicapai bagi anak-anak SD yang terlibat Kelas Inspirasi, antara lain:

1. Memperluas wawasan mereka akan pilihan profesi yang bisa dijadikan cita cita,
2. Memberikan inspirasi untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin,
3. Memberikan motivasi untuk terus melanjutkan pendidikan,
4. Menanamkan empat nilai moral positif utama (kejujuran, kerja keras, pantang menyerah, dan kemandirian) sebagai jalan untuk mewujudkan apa yang diimpikannya, dan
5. Menyadarkan amat pentingnya sikap menghormati orang tua dan guru dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mimpi tertinggi mereka.

Masih ingat nasehat “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya”?

Terus, apa lagi alasan Anda untuk tak berpartisipasi di Kelas Inspirasi?
Toh, pada akhirnya, banyak manfaat yang dapat kita berikan untuk anak-anak SD.

“Sehari mengajar, seumur hidup menginspirasi”

Tahun ini, Kelas Inspirasi diadakan serentak pada 26 Maret 2015 di 12 kabupaten Sulawesi Selatan antara lain Kabupaten Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Pinrang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Pare-Pare, Barru, Pangkep, Maros, dan Gowa.

Kami mengkampanyekan #1DayOffChallenge sebagai tantangan cuti sehari untuk berpartisipasi di Kelas Inspirasi Gowa. Adakah yang berani menerima tantangan?

Kelas Inspirasi Gowa
Ayo gabung !

*Update: Pendaftaran diperpanjang hingga 7 Maret 2015

Jika ingin menjadi relawan pengajar, berbagi inspirasi lewat profesi, silahkan daftar di: http://kelasinspirasi.org/?page=form_pengajar –> Lalu pilih lokasi penempatan di Kabupaten Gowa

Pendaftaran relawan fotografer/videografer Kelas Inspirasi Gowa
Ayo gabung !

*Update: Pendaftaran diperpanjang hingga 7 Maret 2015

Jika ingin menjadi relawan fotografer/videografer, mengabadikan moment inspiratif, silahkan daftar di: http://kelasinspirasi.org/?page=form_fotografer  –> Lalu pilih lokasi penempatan di Kabupaten Gowa

Ingat, 5 perkara sebelum 5 perkara, salah satunya adalah ‘lapang sebelum sempit’. Segera daftar mumpung berkesempatan.

Mari menyambut hari-hari menjelang euforia Kelas Inspirasi dengan bergembira ria.

Open Recruitment Kelas Inspirasi Gowa