Ayo ke Korea

Jika aku bisa keluar negeri, aku ingin ke Korea bersama Ai’ dalam 2 hingga 3 tahun ke depan. Ai’ adalah teman dekatku sejak SMA.

Selfie bareng Ai'
Selfie bareng Ai’

Kami sempat terpisah, pada tahun 2007, karena Ia melanjutkan kuliah di Bandung dan saya menetap di Makassar. Ia kuliah Jurusan psikologi, sedangkan saya kuliah di Fakultas Farmasi. Kami sempat hilang komunikasi sejak itu hingga dipertemukan kembali di Makassar beberapa bulan silam.

Cukup lama terpisah tak membuat keakraban kami memudar. Tampilan fisik boleh berubah, Ia makin cantik dengan riasan tipis kala bersua.

Namun karakter pribadi masih sama. Ia selalu ngomong dengan gaya uniknya, suaranya merdu ketika menyanyi, dan tetap lebih bijak dariku.

Kembali ke pembahasan mengenai impian keluar negeri. Ai’ sudah pernah beberapa kali keluar negeri, sedangkan aku belum pernah.  Bahkan paspor, surat ijin lintas negara, belum punya. Ke korea bersama Ai’ adalah keinginan pertamaku untuk keluar negeri.

Ai’ yang pertama kali mencetuskan ide ingin ke Korea, aku ingin ikut bersamanya.

Kami sepakat tuk menaklukkan Korea ala backpacker. Pesan tiket pesawat yang lagi promo dari jauh hari. Cari penginapan termurah. Mencicipi jajanan pinggir jalan.

Selain itu, ingin berjalan kaki lebih banyak ketika menjelajah sudut-sudut wilayah. Tapi, ingin pula menikmati sensasi naik bus di Korea seperti adegan yang sering muncul di beberapa drama korea.

Akomodasi harus menggunakan uang hasil usaha sendiri, bukan uang saku dari orang tua. Harus mandiri untuk mencapai impian ke Korea.

Aku ingin Seoul menjadi kota destinasi pertama di Korea. Selain ingin mencicipi jajanan pinggir jalanan Seoul. Aku juga ingin mencicipi kimchi atau kimchee, makanan khas Korea, yang terbuat dari fermentasi sayuran dengan aneka bumbu dengan rasa pedas asam berwarna merah. Dari uraiannya, sekilas mirip seperti acar yang ada di Indonesia. Tekstur agak keras dan kriuk ketika digigit.

Kalau punya waktu dan dana lebih banyak, aku juga ingin mengajak Ai’ menjelajahi keindahan pulau Jeju di Korea. Berfoto di sekitar tanamannya sambil seakan-akan hampir terbang ditiup oleh sepoinya angin.

Jika tahu menginginkan apa, pasti harus tahu cara mewujudkannya.

Ketika menginginkan sesuatu, semesta akan berkonspirasi untuk membantumu mewujudkan keinginan itu” – Paulo Coelho.

Menulis adalah cara agar tetap ingat dan memberitahu semesta untuk bantu wujudkan keinginan.

Nah, anak-anak kelas IVA SD Paccinang Makassar, itulah impianku. Negara yang ingin kukunjungi bersama Ai’.

Ai’ pernah jadi relawan tamu pada pertemuan membuat majalah dinding (mading) bersama edisi 2.

Selfie Bareng (kiri ke kanan: Ai', Ifa, Suci, Ayu, Zahra, Ica)
Selfie Bareng (kiri ke kanan: Ai’, Ifa, Suci, Ayu, Zahra, Ica)

Ini tulisanku, mana tulisan kalian?

*Tulisan ini sebagai Pekerjaan Rumah (PR) bersama anak-anak kelas IVA SD Paccinang untuk pertemuan ke-12 Nulis Bareng Sobat (NBS) pada 7 Maret 2015, bertema “Ayo keluar negeri”.