Gejala dan Diagnosis Keputihan

Keputihan seperti yang kita wanita tau merupakan berbentuk lendir atau cairan yang berfungsi untuk membersihkan, melembapkan dan melindungi vagina dari infeksi dan iritasi. Keputihan juga sesuatu hal yang normal dialami oleh wanita. Jumlah warna dan konsistensi keputihan bervariasi dan berwarna jernih, putih keruh dengan konsistensi lengket bahkan berair dan biasanya hal-hal tersebut tergantung dari siklus menstruasi.

Keputihan yang abnormal misalnya keputihan yang berbau, berwarna kuning, cokelat bahkan kehijauan dan dapat disertai dengan nyeri atau gatal pada vagina dapat menjadi tanda bahwa ada keadaan medis yang terjadi. Nah lalu apa sih gejala keputihan ini ? banyak sekali ternyata gejala yang ditimbulkan bila berdasarkan warna dan konsistensi. Mari kita jabarkan satu persatu!

Gejala berdasarkan warnanya adalah berwarna putih dan adanya sedikit cairan putih pada awal atau akhir menstruasi adalah normal, namun jika disertai rasa gatal dan bertekstur seperti keju maka keputihan tersebut tidak normal dan dapat menjadi tanda infeksi jamur. Hal ini tentu saja memerlukan pemeriksaan lebih lanjut serta perawatan yang sesuai. Selanjutnya cairan yang keluar tampak bening dengan konsistensu encer atau seperti lendir yang mungkin sedang berevolusi dari masa subur dan merupakan hal yang normal.

Warna cokelat atau berdarah selama menstruasi dan tepat 2-3 hari setelah menstruasi adalah normal. Keputihan pada akhir siklus menstruasi dapat berwarna cokelat. Lalu keputihan dengan sedikit perdarahan yang dialami diantara siklus menstruasi atau juga disebut dengan spotting atau flek bisa disebut dengan perdarahan implantasi dan pertanda kehamilan terutama apabila melakukan hubungan seks tanpa perlindungan sebelumnya. Yang perlu dihindari jika terdapat flek pada kehamlan awal maka spotting dapat menjadi tanda keguguran.

Beberapa perempuan pernah mengalami keputihan berwarna coklat dan darah bisa juga ini menjadi gejala dari kanker serviks. Keputihan yang berwarna kuning atau hijau terutama ketika kental dan berupa gumpalan disertai dengan bau tidak sedap maka keputihan jenis ini disebut keputihan abnormal dan biasanya dari infeksi trikomoniasis, gonorea, klamidia yang biasanya menular melalui hubungan seksual.
Ketika gejala keputihansudah diketahui kita akan bisa membedakan keputihan mana yang normal dan keputihan mana yang abnormal. Saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul dan pertanyaan seputar menanyakan gejala dan menanyakan aktivitas seksual kita. Dokter akan melakukan peeriksaan terhadap cairan keputihan anda. Dokter akan menilai perubahan warna, baud an konsistensi cairan dengan menentukan diagnosis.

Dokter akan melakukan beberapa test seperti tes PAP smear dengan mengambil sampel pada vagina untuk melihat dan memeriksa human papilloma virus (HPV) dan kanker serviks lalu ada tes laboratorium untuk memeriksa infeksi pada hal ini akan diambil cairan vagina sebagai sampel yang nantinya akan diperiksa apakah ada infeksi jamur parasite dan bakteri yang ada serta tes pH untuk menilai tingkat keasaman cairan keputihan dan terakhir pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya penyakit menular seksual.

Memang setelah ditelurusi jika melakukan pemeriksaan terhadap dokter akan lebih lengkap hasilnya dan lebih bisa mendapatkan perawatan yang sesuai dengan gejala keputihan yang ada. Namun, jika tidak ingin merasakan itu silahkan jaga kesehatan sekitar area vagina jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat. Karena dapat membuat daerah kewanitaan menjadi robek atau rusak dan selalu memperhatikan kelembapan pada area vagina.

sumber gambar :brilio.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *