Press "Enter" to skip to content

Hari ke-2 workshop membangun masyarakat bernilai

Nurfaisyah 1

Workshop Membangun Masyarakat Bernilai Sobat LemINA bekerja sama dengan Living Value Education, 16-17 Februari 2016, 08.00-09.00 Wita, di Hotel Sahid Makassar.

Memberi masukan ke orang lain juga butuh keberanian.

Saat Anda merasakan “let it go” dengan semua yang terjadi, saat itulah kita sudah berdamai dengan apa yang terjadi. Baik menyenangkan, maupun tidak. Bahasa universalnya adalah ikhlas.

Jika sudah mampu mengambil hikmah pada setiap kejadian, Anda sudah bijaksana terhadap diri sendiri.

Awareness; menghidupkan nilai

Teori; mengetahui nilai-nilai yang semestinya dan menerapkan

Imajinasi; membayangkan dan affirmasi untuk membangunnya

Membangun Perilaku Positif;

  • Orang tua/pendidik memberikan perhatian, dorongan, dan pujian.
  • Anak-anak/anak didik membutuhkan perhatian
  • Hasilnya perilaku positif atau perilaku negatif

Sikap tetap negatif karena terbiasa menerima reaksi negatif, tidak mempercayai pujian, tidak suka dipuji

Rekayasa – Tangkap – Refleksikan

PujianĀ bertujuan agar dia mengulang proses. Pujilah perilakunya dengan menguraikan alasannya agar anak percaya alasan kita memuji.

Dorongan positif meningkatakan perilaku positif:

  • Penting untuk menemukan perilaku yang tepat (positif) untuk didorong
  • Ciptakan kesempatan untuk “menangkap mereka” melakukan sesuatu dengan baik, bagi anak didik yang kurang sukses
  • Berterimakasih pada mereka setelah apa yang mereka lakukan
  • Berikan “pujian” karena biasanya pujian merupakan dorongan yang positif

Aturan sederhana dalam membangun perilaku positif:

  • Berikan pujian yang dapat dipercaya
  • Berikan pujian yang spesifik dengan menyebutkan kualitas di dalamnya
  • Pujian harus tulus dan sifatnya saat ini
  • Ketika suatu perilaku yang baru mulai dilakukan, pujilah dengan segera
  • Pujian dan dorongan selalu meninggalkan perasaan positif pada orang yang menerimanya

Pujian Anda efektif, jika:

  • Ketika perilaku mereka akan meningkat
  • Ketika mereka ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Anda
  • Keitka kerutan di wajahnya menghilang

TRANSISI MENUJU DISIPLIN BERBASIS NILAI

Aturan kelas yang kolaboratif, antara lain:

  • Dengar secara aktif apa yang siswa katakan
  • Bantu siswa menempatkan peraturan dalam satu bentuk yang positif
  • Seluruh komponen kelas harus merasa nyaman dengan seluruh peraturan
  • Untuk anak usia SD, usahakan tidak lebih dari 3 poin aturanĀ (maksimal 3 aturan untuk berlaku jangka 3 bulan). Baru boleh nambah aturan, setelah 3 bulan berikutnya. Poin aturan yang lama tetap dikuatkan.

Bawa aturan yang sudah disepakati oleh pendidik, sampaikan aturannya ke anak-anak, dan sepakati konsekuensinya bersama anak-anak.

RESOLUSI KONFLIK

Banyak konflik terjadi tapi tidak selesai dengan kesadaran. Biarkan anak yang berkonflik menyelesaikan sendiri masalah dan membuat keputusan sendiri.

Penghalang:

  • Menuduh
  • Menyalahkan
  • Mengalihkan perhatian
  • Memberi solusi
  • Menghakimi
  • Menghukum
  • Simpati

Peraturan resolusi konflik bagi mediator

  • Ajukan pertanyaan dalam resolusi konflik
  • Dengarkan setiap siswa dengan seksama
  • Arahkan siswa untuk mendengarkan

 

  1. ana ana

    butuhkan dijelaskan lebih lanjut tentang ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *