#HariKe4 #ReliWisataPKM 2014

#HariKe4 #ReliWisataPKM 2014

By : -

#HariKe4 #ReliWisataPKM 2014

Kegiatan Reli Wisata PKM 2014, didukung oleh Telkomsel Pamasuka @tsel4u.

Tantangan hari ini berkaitan dengan laut dan nelayan. Destinasi #TantanganPos7 #ReliWisataPKM pastinya sudah ditebak.

“Cari pelabuhan tradisional terbesar di Makassar lalu twitpic foto kamu dgn latar aktifitas pelabuhan. jgn lp #TantanganPos7#ReliWisataPKM

Manusia itu makhluk sosial. Ia memang harus mandiri, namun sesekali ia akan butuh pertolongan orang lain.

Hari ini, saya bertemu dengan bapak kumis. Beliau sedang melambatkan laju mobil pick up putihnya, kaca jendelanya terbuka sedikit, saat saya berjalan di bawah terowongan menuju lokasi #TantanganPos7 #ReliWisataPKM.

Saya sontak menyapa dan bertanya,”Lewatki pelabuhan paotere, pak?”

“tidak, mauka lurus ke pannampu”, jawab beliau.

Saya pun menjauh.

Tak lama kemudian, beliau singgah dan menginterogasi saya.

“mauki kemana?” tanya beliau.

“ke pelabuhan paotere pak,” jawabku.

“sebenarnya tidak mauka lewat sana, tapi kasihan ka’ lihatki jalan jauh, naikmi padenk, kuantarki kesana,” beliau menawarkan tumpangan.

Ini adalah bapak yang telah memberi tumpangan, mengantarku dengan selamat, hingga Pelabuhan Paotere Makassar, pelabuhan tradisional terbesar di Makassar.

Bapak penolongku

Sepanjang perjalanan, beliau bercerita bagaimana gigihnya ia hidup dalam kesusahan. Makan tak teratur, ditinggal wafat oleh ayah, dan menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya.

Pertemuan singkat dengan beliau, mendengarkan kisahnya, sangat menginspirasiku.

“Meskipun hidup kita lebih baik, kita tak boleh sombong. Harus rendah hati.”

Saya jadi tahu, hal yang membuat hati beliau tergerak memberiku tumpangan, karena ia juga pernah sepertiku. Jalan kaki lebih jauh, karena tak punya uang.

Saya hanya bisa mendoakan, semoga beliau dan keluarganya dilapangkan rezekinya. Semoga senantiasa diberikan kesahatan. Hal yang beliau inspirasikan ke saya, bisa jadi amal jariyah buat beliau. Aamiin.

Akhirnya, ia menurunkanku tepat di depan pelabuhan paotere Makassar. tadaaa,,, ini dia aktivitas pelabuhan paotere di sore hari.

di pelabuhan paotere

Tantangan berikutnya adalah :

@komunitasMks: Twit ucapan selamat ultah ke Telkomsel, Ajak sebanyak mungkin followersmu untuk RT. Sertakan #TTT1#ReliWisataPKM cc ke @tsel4u

Kalau tantangan macam begini, saya takkan bisa menang bila tanpa bantuan orang lain untuk me-retweet ucapan selamat saya untuk telkomsel.

@nurfaisyah_ : Selamat ulang tahun Telkomsel @tsel4u , semoga semakin Indonesia. RT bagi yang ingin saya menang di #TTT1 #ReliWisataPKM @komunitasMks

Hingga kini, sudah 15 RT yang kuperoleh.

Tantangan berikutnya adalah

“@komunitasMks : Cari grapari Telkomsel lalu twitpic foto kamu di depannya. Sertakan #TantanganPos8#ReliWisataPKM cc @Tsel4u

Huaaaaa, ingin rasanya ku teriak. Bagaimana caranya bisa sampai ke sana. Wilayah sini masih agak jauh dari lokasi jalur pete-pete (sebutan untuk angkutan umum di Makassar).

Untungnya, ada sesama peserta menawarkan tumpangan hingga saya bisa dapat pete-pete.

numpang (lagi)

numpang, numpang, numpang.

Setelah berada di lokasi yang cukup kondusif untuk mengakses pete-pete, saya pun berpisah dengannya. Saya pastinya, jauh lebih tak cepat darinya, untuk tiba di lokasi tantangan. “sabar ko hati”.

Cobaan lain dalam menggunakan pete-pete adalah supirnya yang suka nge-tem lebih lama, menunggu penumpang yang belum tentu ada sosoknya.

ngetem

Supirnya kalau Ngetem, pastinya tidak cepat.

Wajar kalau orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, dibandingkan kendaraam umum.

Waktu dan uang yang digunakan, selama perjalanan, lebih efisien dan efektif.

Lebih mudah mengakses tempat-tempat yang tak dilalui kendaraan umum.

Kalau buru-buru, tidak perlu sampai mengumpat pak supir untuk segera jalan, ajang berbuat dosa juga bisa berkurang.

Setiba di grapari, saya meminta tolong kepada pak satpam untuk memotretku. “Malaska minta tolong sama peserta lain, sibuk semuaki sama hapenya masing-masing.”

Grapari Telkomsel

Grapari Telkomsel

Keseruan tantangan berikutnya membuatku gigit jari. Karena aplikasi yang harus digunakan, untuk membukan petunjuk berikutnya, tak kupunya.

Manusia memang tak bisa hidup sendirian, ia butuh pertolongan lain.

Untungnya, peserta lain memberiku bocoran mengenai petunjuk #TantanganPos8 #ReliWisataPKM 2014, yakni nge-tweet tentang Telkomsel Poin dan harus di RT hingga 10 kali, agar dianggap sah bahwa kami telah menyelesaikan tantangan.

TwiteeHingga kini, ada 21 retweet.

Bagi peserta lain, tantangan hari ini telah berakhir. Bagiku, belum.

Tantangan #ReliWisataPKM ku berakhir saat tulisan mengenai perjalananku di hari itu telah terpublish.

Saya sempat tertidur sekitar 5 menit, sambil menunggu unggahan foto tweet sebelumnya.

Sudah saatnya kuakhiri kisahku. Sudah waktunya bagi mataku untuk terpejam.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalananku.  Menginspirasiku. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan. Aamiin.

Terima kasih Telkomsel @tsel4u yang telah mensponsori kegiatan #ReliWisataPKM 2014. Bolehkah kuminta tas ransel merah bertuliskan telkomsel, sebagai kenang-kenangan? sejak ikutan #FlashpackerSeru, saya sudah jatuh hati pada ransel itu. Oh iya, sejauh ini, koneksi internet telkomsel, yang kugunakan, untuk menyelesaikan tiap tantangan, selalu lancar jaya.

Bye, Bye. (menyapa dari kamar yang sebentar lagi akan berubah jadi ‘kamar gelap’)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *