Kesehatan

I Don’t Know What a Good Title

21 Februari 2012

Capsaicin menyebabkan rasa pedas pada buah cabai yang digunakan secara topikal untuk reumatoid artritis, osteoartritis, diabetik neuropati dan postherpetik neuralgia. Lysy, et.al (2003) menyatakan bahwa capsaicin efektif dan aman mengobati pruritus ani kronis. Berdasarkan hasil penelitian Derry S., et al. (2009) capsaicin yang dioleskan pada kulit dapat mengurangi nyeri neuropatik. Capsaicin juga dapat menjadi analgetik topikal yang efektif sesuai yang direkomendasikan oleh OARSI (Osteoarthritis Research Society International) sebagai pengobatan alternatif atau tambahan untuk osteoartritis lutut.

Itulah sepenggal tulisan yang ada di proposal rencana penelitian Saya. Tulisan ini sengaja dibuat agar Saya bisa ingat tentang beberapa kata-kata yang berhubungan dengan penyakit yang dapat diobati dengan capsaicin.

Penjelasan tentang istilah di bawah ini diperoleh dari berbagai sumber (yang pastinya buku-buku kedokteran) :

1. Reumatoid artritis; Adalah penyakit inflamasi kronis yang dimediasi sistem imun dengan ciri kekakuan pada pagi hari (morning stiffness), atralgia atau artritis terutama pada metakarpopalangeal atau sendi interfalang proksimal, nodul reumatoid, faktor reumatoid, IgM atau IgG serum dan erasi artikular pada pemeriksaan rontgen.

2. Osteoartritis; Adalah penyakit sendi degeneratif non inflamasi yang terutaman terjadi pada orang tua, ditandai dengan degenerasi tulan rawan sendi, hipertrofi tulang pada tepinya, dan perubahan pada membran sinovial disertai dengan nyeri, biasanya setelah aktivitas berkepanjangan, dan kekakuan, khususnya pada pagi hari atau setelah inaktivitas.

3. Diabetik neuropati; Salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada DM (Diabetes Melitus) yang timbul akibat iritasi atau trauma pada saraf. Merupakan istilah deskriptif yang menunjukkan adanya gangguan, baik klinis maupun subklinis, yang terjadi pada diabetes melitus tanpa penyebab neuropati perifer yang lain.

4. Postherpetik neuralgia; Nyeri terbakar yang menetap dan hipertesia sepanjang disribusi nervus cutaneus setelah serangan herpes zooster, terutama Ramsay Hunt Syndrome atau herpes zooster opthalmicus.

5. Pruritus ani; Adalah gatal menahun dan hebat pada daerah anus.

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply Homepage 14 Mei 2012 at 14:39

    … [Trackback]…

    […] Read More: nurfaisyah.web.id/i-dont-know-what-a-good-title.html […]…

  • Reply luotettavaa lainaa 16 Mei 2012 at 02:05

    … [Trackback]…

    […] Read More here: nurfaisyah.web.id/i-dont-know-what-a-good-title.html […]…

  • Leave a Reply