Kesehatan

Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka

19 April 2012

Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka – Akhirnya bisa nulis lagi di blog setelah sekian banyak waktu yang terbuang hanya untuk rehat sejenak dan melanjutkan pencarian jati diri (baca: passion) meskipun belum juga ketemu hingga sekarang. Rencananya mau menulis tentang jenis-jenis obat tradisional ini beberapa hari setelah menulis daftar blog-blog sahabat yang sering Saya kukunjungi secara sembunyi-sembunyi dan ternyata malah molor hingga hari ini. Mungkin ada beberapa orang yang tidak mengetahui apa itu obat tradisional jadi terlebih dahulu Saya tuliskan pengertian Obat Tradisional berdasarkan Undang-undang No. 23 tahun 1992 adalah bahan atau ramuan bahan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik, atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Adapun beberapa jenis Obat Tradisional adalah sebagai berikut :

1. Jamu (Empirical Based Herbal Medicine)

Jamu adalah obat tradisional yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut. Jamu disajikan secara tradisional dalam bentuk seduhan, pil, atau cairan. Umumnya, obat tradisional ini dibuat dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur. Jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah secara uji klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris. Selain adanya klaim khasiat yang dibuktikan secara empiris, jamu juga harus memenuhi persyaratan keamanan dan standar mutu.

2. Obat Herbal Terstandar (Standarized Based Herbal Medicine)

Merupakan obat tradisional yang disajikan dari hasil ekstraksi atau penyarian bahan alam, baik tanaman obat, hewan, maupun mineral. Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan peralatan yang tidak sederhana dan lebih mahal dari jamu. Obat herbal terstandar umumnya ditunjang oleh pembuktian ilmiah berupa penelitian praklinis. Penelitian ini meliputi standarisasi kandungan senyawa berkhasiat dalam bahan penyusun, standarisasi pembuatan ekstrak yang higienis, serta uji toksisitas akut maupun kronis.

3. Fitofarmaka (Clinical Based Herbal Medicine)

Merupakan obat tradisional yang dapat disejajarkan dengan obat modern. Proses pembuatannya telah terstandar ditunjang oleh bukti ilmiah sampai uji klinis pada manusia. Karena itu, dalam pembuatannya diperlukan peralatan berteknologi modern, tenaga ahli, dan biaya yang tidak sedikit.

Secara ringkas kesimpulan dari penjelasan di atas beserta logonya (logo biasanya terletak di pembungkus, wadah, etiket, atau brosur Obat Tradisional tersebut) masing-masing tabel di bawah ini adalah sebagai berikut :

Pustaka : dari berbagai sumber

Sekian penjelasan singkat mengenai Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka. Semoga bermanfaat.

 

You Might Also Like

3 Comments

  • Reply tri rini 1 Maret 2013 at 18:42

    salam kenal untuk faisal,

    saya tri mohon izin untuk di unduh dan mau tanya juga, untuk jenis obat tradisional diambilnya dari literatur apa saja? sebagai bahan literatur. trimakasih sebelumnya

    • Reply Nurfaisyah 2 Maret 2013 at 10:53

      Nama Saya Nurfaisyah bukan Faisal,
      Seperti yang Saya sudah tuliskan di atas pustakanya dari berbagai sumber, ada dari materi kuliah, untuk definisi obat tradisional dari buku UU kesehatan, dan ada juga beberapa buku yang pernah Saya baca namun lupa tulis judulnya, hanya materinya yang sempat Saya capture, Terima Kasih.

  • Reply jamu segar perkutut 8 Agustus 2016 at 20:23

    ijin copas kakaaa

  • Leave a Reply