Press "Enter" to skip to content

Kenal Lebih Dekat Dengan Metoklopramid

Nurfaisyah 0

1.  Nama Generik
Metoklopramida

2.  Nama Paten
Sotatic (Fahrenheit), Piralen (Otto), Primperan (Soho)

3.  Rumus Struktur
Metoklopramid merupakan turunan dari asam para-aminobenzoat dan secara struktur berhubungan dengan prokainamid.

4.  Farmakologi
Metoklopramid merupakan antagonis dopamin yang kuat, meningkatkan pembebasan asetilkolin dari saraf kolinergik dalam pleksus mienterikus sistem saraf enterik. Metoklopramid tidak menyebabkan peningkatan sekresi lambung atau pankreas, mempercepat bersihan esofagus, meningkatkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah, sehingga mempercepat pengosongan lambung, dan memperpendek waktu transit usus halus.
Perangsangan terhadap reseptor dopamin (misalnya karena dopamin atau apomorfin) di lambung mengakibatkan pelemasan otot-otot tubuh dan kontraksi pilorus. Setelah blokade reseptor-reseptor ini, terjadi percepatan pengosongan lambung ke arah usus halus. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kolinergik yang berlawanan (kolinergik tidak langsung karena stimulasi pembebasan asetilkolin di Pleksus mylenterikus). Usus halus dan usus besar dapat ikut terkena pada dosis tinggi dan terjadi diare.

5.  Farmakokinetik:
Metoklopramid diabsorbsi dengan cepat setelah digunakan secara oral, mengalami sulfasi dan konjugasi di glukoronid di hati, dan diekskresikan terutama melalui urin (±85%), dengan waktu paruh 4 hingga 6 jam. Konsentrasi puncak terjadi sekitar 40-120 menit setelah penggunaan dosis oral tunggal dengan durasi kerja yang bertahan selama 1 hingga 2 jam. Waktu paruh plasma adalah 2-4 jam.

6.  Indikasi
Mual, muntah, migrain,nefritis kronis, gastroenterologi, pemeriksaan alat cerna.

7.  Dosis
Tablet:  Dewasa: sehari 3x ½-1 tablet sebelum makan;
Anak 5 – 14 tahun: sehari 3x ¼ – ½ tablet sebelum makan.
Sirup:   Dewasa: sehari 3x 1 – 2 sendok takar sirup sebelum makan;
Anak: 0,5 mg/kgBB/hari dibagi dalam beberapa dosis, sebelum makan;
Injeksi: Dewasa: pada keadaan akut 1 suntikan im/IV, dapat diulang bila perlu
(1 ampul @ 2 ml = 10 mg)

8.  Kontraindikasi
Hipersensitif, penderita epilepsi atau penderita yang memakai obat lain yang serupa karena dapat menyebabkan gangguan ekstrapiramidal, adanya pendarahan obstruksi atau perforasi pada saluran cerna, penderita dengan “pheochromocytoma”.

9.  Efek Samping
Mengantuk, gelisah, kelelahan, diare, konstipasi. Efek ekstrapidamidal pada anak dan remaja, khususnya pada dosis yang lebih tinggi.  Somnolen, kegugupan, dan reaksi distonik. Juga telah dilaporkan efek samping parkinsonisme dan tardiv diskinesia. Telah dilaporkan juga bahwa obat ini juga menyebabkan peningkatan pembebasan prolaktin hipofise, galaktore, dan gangguan menstruasi.

10.  Interaksi Obat
–     Antikolinergik dan analgesik narkotik; antagonis (mengurangi efek peningkatan motilitas).
–     Depressan SSP: meningkatkan sedasi.
–     Menghambat absorpsi digoksin dan simetidin.
–     Meningkatkan absorpsi parasetamol, tetrasiklin, levadopa.
–     Mempengaruhi besarnya kebutuhan insulin karena perubahan lamanya perjalanan makanan dari mulut ke usus.

11.  Perhatian
Anak dan dewasa muda; hamil; menyusui; diabetes, pasien yang mendapat obat lain yang juga menimbulkan reaksi ekstrapiramidal.

12.  Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil
Metoklopramid (per oral atau parenteral) termasuk kategori B pada tingkat keamanan penggunaan obat pada wanita hamil. Berarti bahwa tidak ada bukti risiko pada manusia. Penelitian pada hewan menunjukkan adanya risiko penurunan kesuburan, tetapi pada manusia tidak ada bukti risiko pada wanita hamil trisemester pertama

13.  Kemasan
Oral: tablet 5, 10 mg dalam kemasan dus 10×10 tab;
Sirup: 5 mg/5 mL dalam kemasan botol @ 60 ml sirup;
Parenteral: 5 mg/mL untuk suntikan dalam kemasan dus 5 ampul @ 2 ml.

DAFTAR PUSTAKA

Katzung, B.G. Farmakologi dasar dan klinik. Edisi 6. Terjemahan dari Basic and clinical pharmacology, oleh Agoes, H.A. EGC. Jakarta. 1997.

Goodman, G.A., Hardman, J.G., dan Linrd, L.E.  Goodman & Gilman: dasar farmakologi terapi. edisi 10. Volume 1. Terjemahan dari Goodman & Gilman’s the pharmacological basis of therapeutics, oleh Hanif, A.  EGC. Jakarta. 2007.

Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Informasi Spesialite Obat Indonesia. Volume 47. PT ISFI Penerbitan. Jakarta. 2012.

Tjay, T. dan Rahardja, K. Obat-Obat Penting: Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya Edisi 5. PT. Elex Media Komputindo Gramedia. Jakarta. 2002.

Bailie, G.R., Johnson, C.A., Mason, N.A., Peter, W.L. Medfacts pocket guide of drug interactions. 2nd ed. Nephrology pharmacy associates. 2004. Avaliable as pdf file.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *