Mandiri Online dan Kartu Pascabayar

Mandiri Online dan Kartu Pascabayar

By : -

Mandiri Online dan Kartu Pascabayar

Hidup makin mudah sejak menjamurnya aplikasi pada smartphone, begitupun transaksi perbankan. Transfer uang, cek saldo rekening, beli pulsa, bayar kartu kredit, dan sebagainya, bisa transaksi sesuai bank pada rekening tabungan. Bisa dengan phone banking, sms banking, internet banking, dan mobile banking.

Mandiri Online adalah aplikasi mobile banking pada Handphone (HP) atau internet banking yang disediakan oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Jika ingin menggunakan internet banking Mandiri Online bisa mengakses situs web https://ibank.bankmandiri.co.id/ Sedangkan, mobile banking dapat mengunduh aplikasi Mandiri Online di App Store atau Play Store.

Sayangnya, aplikasi Mandiri Online tidak bisa digunakan pada HP Xiaomi Mi4c bergaransi distributor milik saya, karena sudah di root. Sudah seperti itu sejak saya beli di marketplace. Saya pernah lihat Mandiri Online berjalan mulus pada HP Xiaomi Redmi Mi 4X bergaransi resmi.

Baca Juga : Piknik di Pesona Mandiri Nusa Dua Festival 2017

Suami saya ingin mengaktifkan layanan tersebut. Kami ke Bank Mandiri terdekat dari mess tempat tinggal. Saat itu, hari Kamis pada pekan pertama bulan November (02/11/2017). Menurut arahan satpam bank, kami terlebih dahulu perlu mendaftarkan nomer HP, yang ingin digunakan pada Mandiri Online, melalui ATM. Selanjutnya, ke Costumer Service (CS) bank tuk aktivasi.

Nomer yang digunakan oleh suami adalah kartu pascabayar. Saat mendaftar di atm, berhasil. Setelah data diverifikasi oleh Mbak CS, langkah terakhir adalah mengaktifkan melalui aplikasi. SMS permintaan aktivasi melalui aplikasi HP, terus saja gagal, tak terkirim.

Menurut Mbak CS, kami harus punya pulsa tuk mengirimkan sms aktivasi. Nah, gimana mau punya pulsa, kartunya kan pascabayar, tagihan dibayar setelah pemakaian sebulan. Mbak CS coba hubungi temannya melalui telepon, tuk cari tahu. Dengan muka bingung dan sedikit panik, ia meminta penjelasan.

Kami diarahkan tuk pergi upgrade kartu pascabayar yang digunakan. “Mbak, jangan sampai Mandiri Online belum bisa digunakan pada nomer pascabayar,” saya beropini.

“Saya juga kurang tahu, Mbak. Kata teman saya, coba kartunya diupgrade dulu, pernah ada pelanggan yang bisa gunakan Mandiri Online setelah kartunya diupgrade”, jawabnya. Ia pun menjelaskan panjang lebar dan saya mulai tak fokus.

Saya mengambil tas selempang wanita model terbaru berwarna jingga, milik saya, dari atas kursi. Kami pulang dengan kecewa. Tak puas dengan solusinya.

Sabtu, dua hari setelahnya, kami ke GraPARI. Tempat pertama yang kami kunjungi, antriannya panjang. Mesti nunggu 25 antrian. Tempat kedua, antrian lebih banyak, sekitar 28 orang. Hampir saja menyerah, kami malas menunggu. GraPARI di Bali, tutup jam 12 siang, pada hari Sabtu. Saat kami tiba, jam sudah menunjukkan sekitar hampir pukul sebelas pagi.

Setelah mengecek GoogleMaps, ada cabang GraPARI berjarak sekitar 5 km dari lokasi kami. Kami mencoba ke sana dengan harapan bisa terlayani. Semesta pun mengamini. Tempatnya lebih kecil dan antriannya lebih sedikit.

Baca Juga : Agen Penyedia Dana Pinjaman Tanpa Jaminan Terbaik dan Terpercaya

Saat makan siang, suami bercerita bahwa memang ada kendala saat mengirimkan sms aktivasi melalui Mandiri Online. Petugas GraPARI telah membuat laporan Keluhan Pelanggan tuk segera di follow up. Setelah makan siang dan shalat, kami ke Bank Mandiri, dekat kantor suami, tuk menyampaikan informasi yang diperoleh.

Sesampai di sana, costumer service menyambut dan langsung melayani kami karena memang tak ada antrian. Saya duduk di kursi belakang suami. Berusaha curi dengar. Menguping. Sontak kaget saat costumer service memohon maaf karena Mandiri Online belum bisa digunakan dengan kartu pascabayar.

Kubilang memang ja, jangan sampai memang Mandiri Online tidak bisa pi pakai kartu pascabayar – Sudah kubilang, Mandiri Online belum bisa digunakan pada kartu pascabayar, gumamku.

Suami meminta agar nomer prabayar miliknya dapat diaktifkan agar bisa akses Mandiri Online. Karena tak membawa buku tabungan, permintaan tak dapat dilanjutkan. Mesti ada buku tabungan, kartu atm, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Mandiri Online dan Kartu Pascabayar

Mandiri Online belum bisa digunakan dengan kartu pascabayar

Dua hari setelahnya, suami ke Bank Mandiri dekat kantornya. Nomer prabayarnya sudah didaftarkan Mandiri Online dan berhasil melakukan aktivasi melalui aplikasi. Namun, ia lupa memastikan nomernya bisa digunakan tuk sms banking atau tidak. Ia menyadari saat tiba di kantor, ternyata gagal menggunakan sms banking, juga berefek pada Mandiri Online yang tak dapat digunakan. Saat suami bercerita, saya berkelakar, “Kayaknya harus ke Bank Mandiri dekat mess, ketemu Mbak CS itu lagi”. Suami hanya tersenyum.

Baca Juga : Bisakah Dipercaya?

Esoknya, sebelum ngantor, suami singgah ke Bank Mandiri dekat mess tempat tinggal kami. Semuanya berjalan lancar. Ia bercerita melalui Whatsapp, sudah menyampaikan informasi ke Mbak CS, yang pernah melayani kami, bahwa Mandiri Online tak dapat digunakan pada kartu pascabayar. Mbak CS mengakui kalau tidak tahu persis gimana sistemnya.

Alhamdulillah, sekarang suami dapat menggunakan Mandiri Online tuk bertransaksi, bisa nih saya mulai membujuk agar mau membelikan baju muslim modern tuk dipakai di acara akikahan anak, sekitar tiga bulan lagi.

Sumber Video : Channel YouTube Bank Mandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *