Tak ada satupun menyebut nama saya saat memasuki kelas berisi empat puluhan sobat kecil yang merupakan gabungan dari kelas 4A dan 4B. Hanya membalas salam sapaan. Saya terlihat asing bagi mereka.

Saya meletakkan ransel hitam bergantungan boneka merah milikku, ke kursi panjang dekat meja guru. Di belakang, terdengar samar sobat kecil mencari kakak relawan Nulis Bareng Sobat (NBS) lainnya,”Mana Kak Yuli?”

Kak Dhani, relawan NBS, menjawab pertanyaan mereka saat saya melangkah keluar kelas. “Tidak ada yang sebut namaku,” gumamku dalam hati.

Duduk melantai di teras kelas, matahari bersinar cerah. Riuh teriakan anak-anak bermain di lapangan. Sesekali, tanpa sengaja, ada tangan sobat kecil menyambar bahu saya sembari berkejaran dengan teman.

Senyum kami mengagumkan, kan?

Senyum kami mengagumkan, kan?

Beberapa sobat kecil mampir tuk bersalaman. Hampir semuanya merupakan alumni NBS batch sebelumnya, kini sudah kelas 5 atau kelas 6. Kami mengobrol, bertukar cerita. Selalu ada hal menarik tuk dibahas.

Jadi pendengar bagi kisah-kisah mereka, ternyata bisa bikin rasa suntuk selama 5 hari lalu, hilang seketika. Tentu saja pasti terselip keinginan sesi foto bersama. Moment berjumpa sobat kecil mesti diabadikan. Nah, jika rasa bosan menghampiri lagi, di kemudian hari, saya cukup melihat foto kami di ponsel tuk mengingat kebersamaan kami.

Apalagi, pada batch ini, saya termasuk relawan anak yang tak banyak hadir di kelas. Terbukti saat memasuki kawasan sekolah, guru olahraga menyapa dengan ramah,”Barusan ta lagi kulihat datang ke sekolah.”

Serius banget ekspresi sobat kecil ya?

Serius banget ekspresi sobat kecil ya?

Saking asyiknya mengobrol, saya hampir lupa niat datang ke sekolah, yaitu mendampingi sobat kecil di pada jam kegiatan NBS. Itupun karena diingatkan oleh relawan Sobat LemINA lainnnya melalui obrolan Line. Saya lalu balik ke dalam kelas.

Beberapa sobat kecil mengkerutkan kening sambil melihat ke langit-langit kelas, ada juga yang menggaruk kepala dengan pulpennya, kebingungan menulis surat balasan untuk sobat pena di SDN Sungguminasa IV Gowa. Untungnya, ada pertanyaan yang tertulis pada surat, seperti ‘apa cita-citamu?’.

Saya mengarahkan tuk menulis tentang diri sendiri, menjawab pertanyaan (jika ada), lalu menceritakan keseharian saat berada di sekolah atau di rumah. Setelahnya, para murid menggulung kertasnya dan mengaitkan pita. Biar rapi. Lalu, surat balasan diserahkan ke kakak relawan anak.

Digulung rapi dong

Digulung rapi dong

Pada pertemuan NBS 17 Desember 2016 lalu, diharapkan anak-anak bisa saling bercerita dengan kawan di SD lainnya melalui berkirim surat. NBS merupakan program pendampingan menulis oleh Sobat LemINA, dengan sasaran kegiatan adalah murid kelas 4 sekolah dasar, tiap dua pekan pada hari Sabtu. Salah satu tujuannya yakni para murid memahami penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada tulisan.

Hingga 2016 adalah sudah diadakan sampai periode keempat. Namun, tuk SDN Paccinang yang beralamat di jalan Cambajawayya no.11 Makassar ini merupakan pelaksanaan periode ketiga. Begitupun di SDN Sungguminasa IV Gowa.

Nah, biar ada bahan postingan di twitter @Sobatlemina, maka saya memotret sobat kecil saat menulis. Agak tak mudah menangkap moment pas, kebanyakan hasil foto tidak jelas karena kebanyakan mencari perhatian saya dengan bertanya sehingga foto tidak fokus. Kejadian-kejadian seperti mengobrol yang mengakrabkan relawan anak dengan sobat kecil. Kalau begini, saya dengan mudah bisa menghafal nama masing-masing dari mereka.

Bagaimana kalau kita bikin kuis kecil-kecilan, tentang menebak nama para sobat kecil di sekolah?

Kira-kira, kakak relawan anak Sobat LemINA bisa ingat berapa ya?

Foto bareng sobat kecil yuk

Foto bareng sobat kecil yuk

Tentang Ica

Apoteker penyuka moccachino, gembira jika kenal orang baru, bahagia apabila membaca buku modal pinjam, senang nonton film serial, serta girang mempelajari hal baru. Geminian yang asyik jadi relawan anak di Komunitas Sobat Lemina. Contact : nurfaisyahsalam@gmail.com

8 comments

  1. Balas

    Pergi ke sekolah merupakan pelarian dari kesibukan yang ampuh. Selalu senang dan terharu dengan salam dan sapa hangat dari anak-anak di SD Paccinang 😉

  2. Muhaimin

    Balas

    Setiap orang punya kegiatan untuk merayakan kebebasan dan keluar dari rutinitas sejenak kan. Jika berkunjung ke anak-anak membuat kakak ica bahagia?
    Lakukanlah dan terbanglah bersama mereka, berbagi hal dengan anak-anak malah membuat kita yang belajar walaupun tujuan kita yang mengajarkan anak-anak itu kan.

    tetaplah tersenyum ceria kakak ica, tetap beri semangat para anak-anak.. yeaaay

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *