Menyalakan alarm bersama para ibu

Pada penghujung bulan kemerdekaan, tepatnya 30 Agustus 2015, setiba di depan kasat brimob Jalan KS Tubun, saya menyapa warga setempat. Menanyakan lokasi rumah ustadzah Munawarah. Seorang ibu berdaster motif batik mau mengantarku ke rumah yang terletak di lorong 2 nomer 24.

Saya tiba sejam lebih awal dari rencana waktu pelaksanaan. Meski begitu, acaranya tetap molor. Hampir setengah jam. Para ibu menyempatkan diri sibuk-sibuk beberes rumah dan masak sebelum mengikuti Focus Group Discussion (FGD) khusus ibu. Bahkan saling menunggu ada tetangga yang duluan tiba, barulah menyusul.

Hanya para panitia dari LemINA (Lembaga Mitra Ibu dan Anak) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Makassar datang sebelum waktunya. Mereka berhasil menemukan rumah ustadzah Munawarah (yang juga sering digunakan sebagai tempat belajar sempoa) hanya bermodal petunjuk melalui pesan singkatku. Begitupun dengan para fasilitator FGD, Bu Titin Florentina dan Bu Sitti Syawaliyah Gismin.

Fasilitator adalah relawan psikolog yang sudah mumpuni di bidangnya. Pengalamannya banyak dan jam terbang beliau sudah tinggi.

FGD bertajuk pencegahan kekerasan seksual pada anak pun dimulai. Fasilitator mengarahkan para anak bermain di luar rumah, agar diskusi dengan para ibu bisa lebih nyaman.

FGD khusus ibu merupakan versi berbeda dengan aku sayang badanku. Meski bertema sama, tetapi kedua konsep kegiatan sangat berbeda.

Sasaran “Aku Sayang Badanku (ASB)” adalah anak-anak. Pemaparannya menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Mereka dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Kisah lengkap tentang aku sayang badanku.

Sejauh ini, ASB telah dilaksanakan di dua sekolah dasar yakni SDN Paccinang dan SDN Emmy Saelan Makassar. Semoga bisa dilaksanakan lagi di lokasi lainnya. Meraup anak-anak dalam jumlah yang lebih banyak lagi. Sehingga, makin banyak anak yang alarmnya menyala.

FGD khusus ibu
FGD khusus ibu

Sedangkan, FGD khusus ibu ditujukan untuk para ibu. Setelahnya, para ibu diharapkan bisa lebih peduli pada anaknya dan juga anak-anak para tetangga. Bersatu padu menyalakan alarm pada diri, untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak-anak.

Dibuat dalam bentuk FGD agar para ibu lebih leluasa dan merasa nyaman untuk berbagi pengalaman. Pada FGD ini, bukan hanya para ibu yang hadir. Ada juga kog perempuan belum menikah, termasuk saya (sedang tidak promosi, hehe). Ilmunya lumayan lah tuk menjadi bekal bagi anak-anakku kelak.

Fasilitator mengawali FGD dengan memaparkan gambaran kasus kejahatan seksual, dari media online, pada dua tahun terakhir. Para ibu dibuat tercengang dengan fakta-fakta yang bikin banyak-banyak istigfar. Selain itu, ada juga sharing tips mencegah terjadinya kekerasan seksual, cara mengidentifikasi perubahan sikap anak, dan cara menanganinya bila telah terjadi.

Fasilitator FGD khusus ibu berbagi ilmu
Bu Sitti Syawaliyah Gismin membeberkan fakta di dunia online dan berbagi tips menghadapi pertanyaan anak-anak

Pada sesi diskusi, para ibu yang juga menjadi guru di beberapa tempat, berbagi pengalaman. Aduh, aduh, pengalamannya membuat diri bergidik.

sharing session FGD khusus ibu
sharing session FGD khusus ibu

Fasilitator memberitahu cara berbicara ke anak-anak, mengenai pengetahuan seksual, antara lain:

    1. Perhatikan usia anak
    2. Melatih cara berbicara, ketika ngomong sama anak, gunakan intonasi pelan dan tatap lamat-lamat matanya.
    3. Gunakan metode bertanya/diskusi
    4. Tegas tentang hal-hal yang halal dan haram
    5. Gunakan istilah seks yang tepat dan benar (misal: vagina untuk alat kelamin wanita dan penis untuk alat kelamin pria)
    6. Menyadari bahwa rasa ingin tahu tentang seks adalah wajar dan rasa ingin tahu menjadi meningkat semakin bertambah usia
    7. Siapkan jawaban sesuai kemampuan berpikir dan perkembangan emosi anak
    8. Berbicara to the point, singkat, dan sesuai bahasa yang dipahami anak.

Fasilitator membeberkan cara mengedukasi anak pada setiap range usia. Ternyata, beda range usia, maka beda pula perlakuannya.

Bu Titin Florentina mengajak para ibu tuk menyalakan alarm
Bu Titin Florentina mengajak para ibu tuk menyalakan alarm

Fasilitator juga mengarahkan para ibu tuk mengajarkan pada anak tentang jenis-jenis sentuhan. Jenis sentuhan boleh, sentuhan membingungkan, dan sentuhan tidak boleh.

Berbagai macam jenis sentuhan, seperti :
  • Sentuhan boleh : sentuhan pada bagian tubuh dari bahu ke atas dan lutut ke bawah
  • Sentuhan tidak boleh : sentuhan pada bagian tubuh yang ditutupi pakaian renang
  • Sentuhan membingungkan : sentuhan pada bagian tubuh dari bahu kebawah dan lutut ke atas
Ajarkan anak tubuhnya berharga
Jenis-jenis sentuhan. (sumber gambar: google)

Para ibu disarankan untuk mengajarkan anak tegas untuk berkata “tidak” lalu pergi menjauh, bila mendapati orang yang ingin berbuat jahat.  Cara mengedukasi anak bisa menggunakan lagu atau gambar atau dengan cerita/dongeng (melalui boneka).

Bagan jenis-jenis sentuhan pada anak
sumber gambar: trioni-family.blogspot.co.id/2014_06_01_archive.html
Cara mengedukasi anak yakni gunakan maksimal 15 kata (≤ 15 kata), sesuaikan dengan pertanyaan anak (telusuri dulu apa yang ditanyakan anak), dan tutup penjelasan dengan “ajaran agama”.
Berikut kutipan dari komentar Kak Haeriah Syamsuddin, IIDN Makassar, di status facebook saya, sehubungan dengan kesan dari peserta.
“Alhamdulillah kemarin sehabis acara saya sempat nguping pembicaraan salah seorang ibu yg hadir dg ibu saya. Si ibu itu bilang kalau ini kegiatan bermanfaat sekali, kesempatan langka kr jarang2 ada psikolog yg datang dan ngasih pencerahan. Si ibu juga menyesalkan ibu2 lain yg tdk datang dg bebagai alasan, ya sibuk masak lah, ngurus anak lah, dll. Padahal semua urusan itu kan bisa diatur sementara kegiatan spt ini belum tentu bisa diadakan sebulan sekali bahkan setahun sekali….”
Lain kali, datang yuk kalau diajakin ikut kegiatan bertema serupa. Kapan lagi bisa ketemu psikolog, yang mumpuni di bidangnya, berbagi ilmu dengan senang hati. Bisa sharing pengalaman juga.
Semoga dengan adanya FGD khusus ibu bertema pencegahan kekerasan seksual pada anak, menjadikan saya dan 22  peserta FGD lainnya, jadi lebih waspada. Waspadalah. Waspadalah.
Bersama melindungi anak-anak. Demi masa depan Indonesia yang lebih cemerlang. Merdeka.

 

3 pemikiran pada “Menyalakan alarm bersama para ibu

  1. Senang sekali bisa ikut terlibat di acara ini. Mudah2an pelan2 nantinya kesadaran ibu2 makin baik lagi sehingga mau menyempatkan diri hadir untuk acara yang bermanfaat

Tinggalkan komentar