Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia, termasuk Amirah

“Jangan biarkan Amirah turun sendiri dari tempat tidur. Nanti terbentur dan giginya ompong.”

“Jangan pegang kaki meja, Nak. Sudah digoresi kapur ajaib. Nanti tangannya beracun.”

“Jangan pegang kabel listrik, Nak. Nanti kesetrum.”

“Jauhkan tisu dari jangkauan Amirah. Nanti dia makan.”

“Jangan pukul-pukul jendela, Nak. Nanti kacanya pecah.”

Dan masih banyak macam larangan lainnya. Sejak tiba di Makassar, dua pekan lalu, ada saja kalimat larangan dari kakek Amirah yang bikin geram dalam hati.
Jangankan Amirah, saya saja sering dilarang waktu kecil. Tahu bangetlah efeknya yang terbawa ke diri saya hingga saat ini. Entah kenapa pola asuh kakenya Amirah bikin semacam, ehm, entah apa namanya, sejenis inner child yang berselimut luka batin.
Oleh karena itu, ada semacam kekhawatiran sejak Amirah lahir. Saya ingin ia tumbuh berdasarkan fitrahnya agar kelak menjalani hidup sesuai renjana. Di sisi lain, saya juga harus merawat innerchild diri saya sehingga rantai pengasuhan dari kakeknya Amirah, yang negatif-negatif, bisa terputus. Sungguh bukan hal mudah. Perang batin pasti ada.
Sejalan dengan keinginan saya, Dancow Advanced Excelnutri ternyata telah merilis Gerakan Sejuta’ Iya Boleh’ sejak Februari 2019 dan berhasil mencapai target dalam kurun waktu dua bulan sejak diluncurkan. Sebagai bentuk perayaan, maka diadakan acara peluncuran modul “Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia” pada 6 April 2019 serentak di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar. Saya dan Amirah menghadiri kegiatan yang berlokasi di Makassar, tepatnya di Atrium Mal Ratu Indah. Modul ‘Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia’ dirilis sebagai wujud terima kasih kepada para orang tua Indonesia yang sudah turut serta mendukung Gerakan 1 juta Iya Boleh. Pihak Dancow Advanced Excelnutri+ selaku promotor berharap agar modul bisa membantu orang tua dalam mengasuh si kecil (termasuk saya dalam mengasuh Amirah), memenuhi asupan nutrisi, memberikan teladan perilaku yang positif, dan semakin sering mengatakan ‘Iya Boleh’ untuk mendukung eksplorasi dan keingintahuan si Kecil (termasuk Amirah) yang akan membuatnya terus belajar dan tumbuh berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia. Modulnya bisa diunduh secara gratis di https://www.dancow.co.id/dpc/ebook-anak-unggul-indonesia dan tips-tipsnya boleh dipraktekkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Launching modul Iya Boleh untuk Anak Indonesia

Selain peluncuran modul ‘Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia’, ada juga sesi talkshow bersama narasumber dokter anak Dr. Setia Budi Salekede, Sp.A(K) yang menyebutkan bahwa ada banyak tantangan penyakit yang dapat mengganggu ketika anak bereksplorasi, sehingga anak harus mendapatkan asupan nutrisi dan perlindungan yang tepat.
Bukan hanya itu saja. Menurut dr. Rinvil Renaldi, Sp.KJ(K),M.Kes, psikiater anak dan remaja, bahwa pemenuhan kebutuhan emosional selama perkembangan akan menjadikan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Serta mempunyai karakteristik Anak Unggul Indonesia, antara lain berani, cerdas, kreatif, peduli, dan berjiwa pemimpin.
Amirah sangat menikmati keseruan acara. Tertatih berjalan, setapak demi setapak, dari satu kursi ke kursi lainnya tanpa perlu dekat dengan saya. Padahal biasanya dia tak mau berada jauh dari jangkauan, bahkan jika saya ingin ke toilet. Memegang barang di sekitarnya, menyapa anak lainnya, bermain dengan barang yang ditemuinya, hingga ia lelah. Bahkan saat acara berlangsung ia selonjoran di lantai, membuka lembaran modul ‘Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia’ dengan penuh semangat.
Maklum ya, Amirah lagi senang kalau dikasi buku,ia akan langsung membolakbalikkan halaman secara acak. Mungkin semacam stimulasi terhadap perkembangan motorik halusnya.
Menurut saya, Amirah seperti orang paling sibuk sedunia. Ada saja aktivitasnya kalau lagi melek, kecuali kalau saya terpaksa kasi nonton YouTube. Entah itu bolak balik naik turun sofa, merobek tisu, pencet remote TV, bongkar tas dan dompet, serta segala macam hal yang kayaknya ia harus selesaikan agar rasa penasarannya terpuaskan.

Mampukah saya terus berkata ‘Iya Boleh’?

3 thoughts on “Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia, termasuk Amirah

  1. Iya boleh iya boleh kata kata ini aku suka banget, dengan kata iya boleh sudais jadi lebih bisa eksplore lebih banyak. Sehingga sudais tau lbh banyak jg tentunya

  2. aku salut dan setuju banget dengan inisiatif Dancow Advancel Excelnutri+ mengadakan Gerakan Iya Boleh ini.. mungkin selama ini kita sebagai ibu beluk begitu sadar pentingnya membiarkan anak bereksplorasi agar kecerdasan dan kreativitasnya juga dapat berkembang optimal, tapi dengan adanya Modul Iya Boleh, aku rasa bisa menjadi solusi panduan untuk lebih mendukung anak bertumbuh dengan baik menjadi Anak Unggul Indonesia 🙂 salam buat Amirah Bun..

  3. huahhhh inner child kayak gitu memang harus diputus rantainya ya kak, hiks untung kita sebagai ibu juga sadar akan hal ini, jadi bisa lebih aware ke anak. Semangat kak ichaaa.
    btw senangnya jumpa lagi sama amirah di event dancow ini. smoga bisa ketemu lg ya nanti jd anak unggul , aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *