Indonesian South Sea Pearl

Mutiara Laut Selatan Indonesia

Ara, mutiara gold dengan kilauan indah dan tanpa bintik. Kualitas paling bagus dari suku Pinctada maxima.

“Pear, aku jenuh. Kehidupan di perairan ini mulai membosankan. Begitupun kawanan kita,” kata Ara.

“Kenapa kau mengeluh? Masih sering merenung dan bertanya pada diri sendiri yah?” tanya Pear.

“Aku lelah bersama kawanan kita. Dengan penantian waktu cukup lama, masing-masing tiram hanya bisa menghasilkan 1 butir mutiara. Padahal ukurannya besar loh, bisa mencapai 30 cm. Syukur-syukur kalau hasilnya cantik kayak aku. Lah, kalau jadinya kebanyakan kayak kamu. Letih rasanya berjuang dan hasilnya minim,” keluh Ara.

“Huft,” ketus Pear. Muka silvernya memerah ingin marah. “Jadi? Kau mau apa?” lanjut Pear.

Ara bertutur, “Pernahkah kamu dengar tentang suku Hyrriopsis sp. di Tiongkok? Konon kabarnya, satu kerang berukuran 10 cm, bisa mengandung sampai 40 butir mutiara. Hasilnya banyak loh.”

“Bagaimana kalau kita pindah ke Tiongkok?,” ajak Ara berkilauan saking semangatnya.

Indonesian South Sea Pearl
Sumber Gambar : https://drive.google.com/file/d/0B8BI-s0yhOvDdEhKY2prZWxDNk0/view?usp=sharing

Sinar matahari menyinari hingga tempat mereka duduk, para hewan laut berlalu lalang.

“Kita sudah hidup di perairan Laut Selatan Indonesia sejak tahun 1800-an dan dijuluki Indonesian South Sea Pearl. Ini rumah kita. Meski banyak bintik di tubuh, manusia selalu saja menggosokkan tubuh keluarga saya di giginya. Alih-alih untuk menguji keaslian. Keluargamu juga diperlakukan begitu, kan?,” tutur Pear.

Ara terdiam.

Begitupun Pear.

Hening.

Sejenak.

Lanjut Pear dengan ekspresi serius, “Mutiara yang berasal dari rumah kita sudah terkenal sebagai mutiara termegah, terindah, terbesar, dan termahal. Kilauannya abadi sepanjang masa.”

“Bagaimana kalau berkolaborasi? Pasti kita bakal menghasilkan tiram berukuran besar, berbentuk unik dengan kilau serta karakter kualitas tinggi,” tutur Pear sambil menunduk, tak berani menatap Ara.

“Emang bisa? Kamu kan mutiara dengan kualitas sedang,” ketus Ara.

Muka silver Pear memerah ingin marah.

“Kalau gitu, ayo kita pergi ke 6th Indonesian Pearl Festival 2016. Siapa tahu kita bisa berjumpa Bu Susi, biar kamu ditenggelamkan,” ujar Pear.

Ara berkilauan.

—- ***—-

Tulisan ini diikutkan lomba blog “6th IPF Blog Writing Competition : Menguak Tabir Indonesian South Sea Pearls (ISSP)

Referensi :

https://drive.google.com/file/d/0B8BI-s0yhOvDdEhKY2prZWxDNk0/view?usp=sharing

Tinggalkan komentar