Nilai dalam Membangun Karakter Pribadi

Nilai dalam Membangun Karakter Pribadi

By : -

Nilai dalam Membangun Karakter Pribadi

nilai-dalam-membangun-karakter-pribadi1

Memasuki lobi Hotel Aryaduta, dulu bernama Hotel Sedona, petikan alat musik tradisional menyelusup ke dalam telinga. Cahaya matahari terik bersinar dari luar jendela kaca besar. Samar-samar terlihat birunya air kolam renang. Hati saya mendadak dikerubungi rindu yang membuncah.

Hotel itu pernah jadi bagian dari masa kecil saya. Khususnya area kolam renang. Almarhum kakek sering membawa saya dan kakak tuk berenang di kolam hotel.  Tak ada gambaran sama sekali, saya berusia berapa kala itu.

Kami selalu berenang duluan, lebih banyak waktu bermain air. Almarhum kakek akan menghabiskan waktu tuk berolahraga di area gym, setelahnya baru berenang. Kostum renang saya, celana renang berwarna hijau terang bergaris pinggir hitam, hadiah kado ulang tahun. Pada bagian atas tubuh, saya kenakan baju kaos putih. Sayangnya, sampai sekarang saya belum mahir berenang.

Tak pernah terpikir, bakal berkunjung ke hotel ini dan kembali melihat kolam renang. Dulu, kolam terlalu besar. Kini, sudah sangat kecil bagi saya. Padahal lokasi dan desain arsitektur tak banyak berubah. Menghadiri kegiatan bertema “Netizen Ngobrol Bareng MPR-RI” adalah alasan mengapa saya bisa, sekali lagi, menginjakkan kaki di hotel bersejarah itu.

Kegiatannya seputar sosialisasi empat pilar utama Majelis Pemusyarawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), terlaksana atas kerjasama pihak MPR-RI dengan Komunitas Anging Mammiri. Para blogger, dengan ciri khasnya masing-masing, diharapkan bisa menjadi agen untuk penyebarluasan informasi tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai empat pilar utama MPR RI.

Netizen Makassar Ngobrol Bareng MPR RI

Netizen Makassar Ngobrol Bareng MPR RI

Sebagai narasumber, Ma’ruf Cahyono selaku Sekretaris Jenderal MPR RI memaparkan bahwa dengan menerapkan empat pilar utama MPR RI, bangsa kita bisa menjadi bangsa religius, humanis, dan adil. Maka, sangat dibutuhkan turut serta dari para netizen tuk jadi public relation bangsa Indonesia.

Bapak Ma’ruf nampak berwibawa dengan kemeja batik lengan panjang, celana kain hitam, dan sepatu pantofel. Bahasa tubuhnya tertata, sesekali tangannya akan diangkat untuk menegaskan beberapa statementnya. Suaranya bikin saya kagum, apalagi ketika berbicara, berintonasi. Saya jadi ingin sepertinya jika diberi kesempatan berbicara di depan umum.

Meski terkadang seperti memberi kuliah, ditambah lagi materi yang tak mudah dipahami oleh saya yang berdasar keilmuan pendidikan apoteker, namun beliau cakap dalam membaca situasi dan mengaku sempat mencari tahu perihal kehidupan peserta selaku para netizen. Sehingga, pada beberapa moment tertentu saya jadi merasa sangat dipahami oleh beliau.

Saat pemaparan materi, kami disajikan slide beberapa implementasi nilai Pancasila, sebagai ideologi bangsa. Saya tertarik dengan kalimat ajakan dari impelementasi masing-masing sila.

Implementasi Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” pada Pancasila:

“BERHENTI MENYAKITI, MULAILAH MENGHARGAI”

“BERHENTI SALING MERENDAHKAN, MULAILAH MENGHORMATI PERBEDAAN”

“BERHENTI TAKABUR, MULAILAH BERSYUKUR”

implementasi-sila-ke-1-pancasila

Implementasi sila ke-1 Pancasila

Implementasi Sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” pada Pancasila:

“STOP MARAH-MARAH, MULAILAH BERSIKAP RAMAH”

“BERHENTI CURIGA, MULAILAH MENYAPA”

implementasi-sila-ke-2-pancasila

Implementasi Sila ke-2 Pancasila

Implementasi sila “Persatuan Indonesia” Pancasila:

“BERHENTI MENCARI PERBEDAAN, MULAILAH BERGANDENGAN TANGAN”

“BERHENTI BERSETERU, MULAILAH BERSATU”

 

implementasi-sila-ke-3-pancasila

Implementasi Sila ke-3 Pancasila

Implementasi sila “Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” Pancasila:

“BERHENTI SILANG PENDAPAT, MULAILAH MENCARI MUFAKAT”

“BERHENTI BERSILAT LIDAH, MULAILAH BERMUSYAWARAH”

implementasi-sila-ke-4-pancasila

Implementasi Sila ke-4 Pancasila

Implementasi sila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” Pancasila:

“STOP DISKRIMINASI, MULAILAH TOLERANSI”

“BERHENTI MALAS, MULAILAH BEKERJA KERAS”

implementasi-sila-ke-5-pancasila

Implementasi Sila ke-5 Pancasila

Ada nilai-nilai positif di dalam poin-poin implementasi Pancasila, apalagi ada yang sangat sesuai dengan nilai kalender Komunitas Sobat LemINA pada Oktober ini, yakni nilai toleransi. Saya terinspirasi ingin mengusulkan pada rapat perencanaan program, bagaimana kalau komunitas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak ini, bisa memasukkan beberapa nilai dari empat pilar utama MPR RI ke dalam kalender nilai tahun 2017?

Kalender nilai Sobat LemINA tahun 2016

Kalender nilai Sobat LemINA tahun 2016

Kembali membahas tentang almarhum kakek, sosok panutan saya dalam mengembangkan nilai kejujuran. Beliau sponsor tuk urusan buku-buku pelajaran, bahkan pernah membelikan sebuah laptop sebagai penunjang kuliah.

Hanya memberi sesuai dengan nominal harga sebenarnya, prinsip yang selalu beliau pegang. Jadi, ketika nominal yang diajukan lebih tinggi dari harga realita, dijamin takkan diberi. Bahkan takkan dipercaya lagi tuk kali berikutnya.

Al Fatihah tuk almarhum kakek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *