ORTHOSIPHON ARISTATUS (BI.) Miq. (Kumis Kucing)

ORTHOSIPHON ARISTATUS (BI.) Miq. (Kumis Kucing)

By : -

ORTHOSIPHON ARISTATUS (BI.) Miq. (Kumis Kucing) – Artikel ini ditulis bersama teman Saya yg bernama Dian Marety R.

Uraian Tumbuhan :

1. Sinonim :Orthosiphon grandiflorus Bold (Materia Medika Indonesia Jilid IV , 1980)

Orthosiphon stamineus Benth (Materia Medika Indonesia Jilid IV , 1980)

2. Nama Daerah : Sumatera ; kumis kucing (Melayu), Jawa : Kumis kucing (Sunda), remujung (Jawa), se-salaseyan, soengat koceng (Madura) (Materia Medika Indonesia Jilid IV,1980).

3. Nama Asing : Mao xu cao (Cina) (Tanaman Obat Keluarga, 2008).

4. Gambar :

5. Pertelaan/Morfologi tumbuhan : Kumis kucing merupakan tanaman terna yang tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi sampai 2 m, batang bersegi empat agak beralur, berambut pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong, lanset, bundar telur atau belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, lancip atau tumpul, panjang 1 cm sampai 10 cm, lebar 7,5 mm sampai 5 cm; urat daun sepanjang tepi berambut tipis atau gundul, kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai 3 cm. Perbungaan berupa tandan yang keluar di ujung cabang, panjang 7 cm sampai 29 cm, di tutupi oleh rambut pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih; gagang berambut pendek dan jarang, panjang 1 mm sampai 6 mm. Kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berambut pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota berwarna ungu pucat atau putih, panjang 13 mm sampai 27 mm, di bagian atas di tutupi oleh rambut pendek yang berwarna ungu atau putih, panjang tabung 10 mm sampai 18 mm, panjang bibir 4,5 mm sampai 10 mm, helai bunga tumpul, bundar. Benang sari lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1,75 mm sampai 2 mm. (Materia Medika Indonesia, 1980).

6. Kandungan Kimia :

Tanaman kumis kucing mengandung orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, saponin, garam kalium, tanin, sinensitin, dan myoinositol. (Tanaman Obat Keluarga, 2008).

Methylripariochromene A (MRC) telah diisolasi dari daun Orthosiphon aristatus (Lamiaceae) (Biol Pharm Bull. 1999 Oct:22(10):1083-8).

7. Penggunaan Simplisia

A. Secara tradisional

 

  1. Infeksi saluran kencing atau sering kencing
  2. Kencing yang tersendat dan disertai rasa sakit.
  3. Darah tinggi
  4. Demam.
  5. Khasiat lain (infeksi ginjal dan kencing batu, penambah nafsu makan, panas dan encok). (Tanaman Obat Keluarga, 2008)

B. Berdasarkan Hasil Penelitian

Biol Pharm Bull. 1999 Oct;22(10):1083-8

Berdasarkan penelitian Matsubara dkk. yang meneliti tentang aktivitas senyawa methylripariochromene A (MRC) sebagai antihipertensi dari daun Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) yang merupakan tanaman tradisional Indonesia diperoleh bahwa methylripariochromene A (MRC) yang diisolasi dari daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) memiliki 4 hal temuan yang penting untuk dikaji yakni 1) MRC menyebabkan penurunan berkelanjutan terhadap tekanan darah sistolik dan penurunan laju kerja jantung setelah pemberian SHRSP (Stroke-prone spontaneously hypertensive rats) secara subkutan pada lelaki sadar, 2) MRC menunjukkan tekanan yang bergantung pada konsentrasi kontraksi induksi oleh K+ tinggi, 1-fenilefrin atau prostaglandin F2α dalam endothelium-gundul pada aorta toraks tikus, 3) MRC menunjukkan meredam yang ditandai dari daya kontraktil tanpa reduksi yang signifikan pada laju pemukulan pada atrium marmut yang terisolasi bilateral, 4) MRC meningkatkan peningkatan jumlah urin dan sekresi Na+, K+, dan Cl selama 3 jam setelah pemberian oral dengan garam pada tikus yang dipuasakan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa methylripariochromene A (MRC) memiliki khasiat yang berhubungan dengan penurunan tekanan darah , seperti vasodilatasi, menurunkan curah jantung, dan diuretik. Sehingga dapat mendukung penggunaan tradisional daun kumis kucing sebagai pengobatan hipertensi berkat adanya senyawa methylripariochromene A (MRC) dalam daun Kumis kucing (Orthosiphon aristatus).

J Med Food. 2008 Jun;11(2):362-8.

Berdasarkan penelitian Yam Mf dkk. yang meneliti efek antiinflamasi dan analgetik dari Ortoshiphon stamineus diperoleh bahwa ekstrak daun Orthosiphon stamineus memiliki efek antiinflamasi dan analgetik non-narkotik yang membenarkan penggunaan tradisional tanaman untuk mengobati rasa sakit dan radang.

J Ethnopharmacol. 2008 Aug 13;118(3):354-60. Epub 2008 Apr 22

Berdasarkan penelitian Arafat OM dkk. yang menguji efek diuretik dan hipouremik dari ekstrak methanol Orthosiphon stamineus pada tikus dipereroleh bahwa ekstrak methanol:air (1:1) Orthosiphon stamineus Benth memiliki efek diuretik dan hipouremik pada tikus .

7. Keamanan

J Ethnopharmacol. 2010 Oct 18. [Epub ahead of print]

Berdasarkan penelitian Mohammad EA dkk. yang mengevaluasi toksisitas dari ekstrak etanol terstandardisasi 50 % Orthosiphon stamineus diperoleh bahwa ekstrak etanol terstandardisasi 50 % Orthosiphon stamineus tidak menyebabkan kematian apapun juga tidak menimbulkan kelainan abnormal pada nekropsi dan hispatologi. Ekstrak Orthosiphon stamineus tidak menimbulkan toksisitas akut dan subkronik juga tidak berisiko menjadi racun. NOAEL untuk ekstrak terstandardisasi 50% Orthosiphon stamineus adalah 3500 mg/hari selama 28 hari.

Trop biomed. 2008 Apr;25 (1):9-16

Berdasarkan penelitian Chin JH dkk. Yang mengevaluasi toksisitas dari ekstrak methanol Orthosiphon stamineus pada tikus Spargue Dawly diperoleh bahwa ekstrak methanol Orthosiphon stamineus tidak dapat menimbulkan efek toksik berat dan kerusakan organ pada tikus selama masa percobaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *