Mutiara Laut Selatan Indonesia

Indonesian South Sea Pearl

Ara, mutiara gold dengan kilauan indah dan tanpa bintik. Kualitas paling bagus dari suku Pinctada maxima. “Pear, aku jenuh. Kehidupan di perairan ini mulai membosankan. Begitupun kawanan kita,” kata Ara. “Kenapa kau mengeluh? Masih sering merenung dan bertanya pada diri sendiri yah?” tanya Pear. “Aku lelah bersama kawanan kita. Dengan penantian waktu cukup lama, masing-masing tiram … Baca Selengkapnya

Toy Story 3 dan Mainan Masa Kecil

Maaf Foto tak Tersedia (http://nurfaisyah.web.id)

Sejak keberadaan remote entah kemana, saya jarang nonton TV. Baca buku pada akhir pekan sudah mulai membosankan. Bacaan bulan ini didukung oleh Ams (teman Plurk) yang meminjamkan dua novel karya Mitch Albom dan Kak Ardhe (teman se-pergaulan komunitas) yang meminjamkan Madre karya Dee Lestari. Sabtu malam, 1 Oktober 2016, saya berbaring di kamar bapak. Meraih remote dan mencari … Baca Selengkapnya

Pengen Nge-Trip Lagi

Madre Dee Lestari

Bertualang. Menjejali setiap proses ke tempat tujuan. Hingga memilih pulang ke tempat bermakna rumah. Layaknya bumerang, terlempar dan kembali.   Karya Dee menginspirasi melalui empat kata kunci.  Madre. Tansen.  Travelling. Ngeblog tiap pekan. Berhasil bikin saya segera membuka dasbor blog. Target satu tulisan mesti diterbitkan sebelum Oktober menyapa. Faktanya, terjadi peristiwa dimana blog saya mesti naik kelas. Harus migrasi … Baca Selengkapnya

Halo Kamu!

Crash blog

Hai, blogku baru saja naik kelas, dari segi kapasitas penyimpanan pada hosting. Alamak. Untungnya back up terakhir sudah dilaksanakan pada 23 Agustus 2016. Tapi, fasilitas pengimpor hanya bisa menambahkan file dengan kapasitas maksimal 2 mb, sedangkan back up satu-satunya itu berkapasitas 3,321 mb. Sensasinya seperti ketika memulai ngeblog dari awal. Dari nol. Jadi penasaran, apakah saya bisa … Baca Selengkapnya

Moment Tak Bisa Diulang

Nongkrong sore

Makassar sore hari, begitu gerah, padahal saya sudah menikmati es krim sebelum nongkrong bareng Kak Dede di pojok Frozzy cafe. Saya pesan jus sirsak, kak Dede jus semangka, dan batagor sebagai cemilan.

Nongkrong sore
Nongkrong sore. Foto : Kak Dede

Obrolan tiba pada pembahasan tentang kemampuan Ifa dalam memilih sudut pandang motret sudah unik dan mumpuni. Saya menimpali penjelasan, seperlunya.

“Satu hal yang tak bisa diatur dalam fotografi adalah moment,” Kata Kak Dede.

“Bagaimana itu moment?” Tanyaku.

Kak Dede memperbaiki posisi duduknya, bersandar pada kursi. Saya mendekat, supaya bisa mendengar lebih jelas.

“Moment itu sesuatu yang terjadi begitu saja dan tak bisa diulang kembali,” Jawabnya.

“Contohnya sunset, sunrise, atau kejadian seorang anak jatuh. Anak itu tak mungkin disuruh untuk jatuh kembali,” Tambahnya.

Beberapa menit kemudian, Kak Riri menghampiri.

Saya berasa separuh amnesia, tak mampu mengingat semua pembahasan yang telah kami lalui ke Kak Riri. Untungnya, Kak Dede bantu menjelaskan.

Dari arah belakang, nenek berjilbab lusuh, wajah kusam, dan banyak keriput di bagian pipi mendekat ke meja kami. Ia membawa beberapa buku tuntunan agama, salah satunya buku petunjuk shalat bersampul ungu. Ekspresi Kak Dede dan Kak Riri berubah.

Kak Dede merogoh kantung celana, memilih-milih lembaran uang, melipatnya menjadi lembaran kecil, lalu menyalami nenek sambil tertunduk. Sang Nenek menyalami balik dengan kedua tangannya. Setelah mengambil uang di dompet kecil, Kak Riri juga menyalami nenek itu.

Si Nenek berbisik lirih, entah berterima kasih atau berdoa atas rezeki yang diterimanya dari Tuhan, melalui manusia di hadapannya sebagai perantara.

Saya mulai mencocokkan penjelasan moment dengan kejadian beberapa detik lalu. Contoh nyata akan moment terjadi di hadapanku. Saya tak dapat meminta pada mereka tuk mengulang kembali dengan ekspresi sama dengan adegan tadi.

“Aha, sekarang saya mengerti moment itu seperti apa,” Ucap saya.

Mereka terheran melihat ekspresi saya dalam membuat kesimpulan kejadian. Kak Dede bantu menjelaskan pada Kak Riri alasan di balik sikap saya.

“Unik ini memang Ica,” Kata Kak Riri.

Kami tertawa.