Skip to content

April 15, 2013

Patologi Sistem Pencernaan : Rongga Mulut

Dalam sesi kali ini Saya akan mencopy paste tugas yang sudah dibuat mengenai Patologi Sistem Pencernaan : Rongga Mulut dan akan dikumpul minggu depan.

1.    Ulkus Aftosa / Stomatitis Aftosa (Canker Sore)

Morfologi :

-       Lesi ini berupa ulkus kecil tungga atau multipel (biasanya garis tengah kurang dari 5 mm), terdapat pada mukosa oral.

-       Biasanya lesi nyeri dan tampak dangkal dengan anyaman nekrotik yang hemoragik, berupa erosi superfisial bundar yang sering ditutupi oleh eksudat putih abu-abu dengan cincin eritematosa.

-       Lesi ini mungkin sendiri-sendiri atau berkelompok di mukosa oral nonkerati, terutama mole; mukosa bukolabial, dasar mulut, dan tepi lateral lidah.

Etiologi :

Tidak diketahui, tetapi kemungkinan bersifat imunologis; sering dipicu oleh stress, demam, sebagian penderita mempunyai hubungan dengan kelainan gastrointestinal, seperti penyakit coehac atau radang usus besar.

2.    Infeksi Virus Herpes (Stomatitis Herpetika)

Morfologi :

-     Pada reaktivasi (demam, pajanan matahari atau dingin, infeksi saluran nafas, trauma), muncul vesikel kecil (garis tengah kurang dari 5 mm) soliter atau multipel yang mengandung cairang jernih.

-     Lesi paling sering terbentuk di bibir atau sekitar hidung, dan dikenal sebagai “cold sores” atau “fever blister”.

-     Vesikel cepat pecah, meninggalkan ulkus dangkal nyeri yang sembuh dalam beberapa minggu, tetapi sering terjadi kekambuhan.

Etiologi :

-     Disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) tipe I.

-     Patogen ditularkan dari orang ke orang, umumnya melalui ciuman; setelah usia pertengahn lebih dari empat populasi telah terinfeksi.

-     Pada sebagian orang dewasa, infeksi primer bersifat asimtomatik, tetapi virus menteap dalam keadaan dominan di dalam ganglion di sekitar mulut (misal, trigeminus).

3.    Infeksi Fungal

Kandidiasis oral (thush, moniliasis)

Morfologi :

-     Timbul sebagai plak putih pada mukosa oral yang terdiri atas anyaman hifa jamur, yang menginvasi epitel, berrsama dengan polimorfonukleus dan fibris.

-     Infeksi dapat mengenai neonatus, penderita yang memperoleh terapi antibiotik spektrum luas dan invidu yang immunocompromised.

Etiologi :

-     Disebabkan oleh ragi yang mirip jamur Candida albicans, yang merupakan penghuni normal rongga mulut yang ditemukan pada 30-40% populasi.

4.    Leukoplakia

Morfologi :

-     Merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan lesi-lesi kecil keratosis dan bersifat premaligna.

-     Suatu bercak atau plak mukosa keputihan berbatas tegas yang disebabkan oleh penebalan epidermis atau hiperkeratosis.

Etiologi :

-     Lesi tidak diketahui sebabnya, kecuali bahwa terdapat keterkaitan erat dengan pemakaian tembakau, terutama merokok dengan pipa dan tembakau dengan asap (kantung tembakau, tembakau sedotan, mengunyah).

-     Yang keterkaitannya lebih lemah adalah gesekan kronis, misalnya akibat gigi palsu yang pemasangannya kurang pas atau gigi yang bergerigi, penyalahgunaan alkohol, dan makanan iritan.

-     Antigen papiloma virus manusia dilaporkan ditemukan di sebagian lesi yang berkaitan dengan tembakau, yang menimbulkan kemungkinan bahwa virus dan tembakau bekerja sama untuk memicu pembentukan lesi ini.

5.    Kanker rongga mulut dan lidah

Morfologi :

-     Hampir semua kanker rongga mulut adalah karsinoma sel skuamosa. Lesi ini dapat menimbulkan nyeri lokal atau kesulitan menelan, tetapi banyak yang asimtomatik sehingga lesi (yang terbiasa dirasakan oleh lidah) diabaikan.

-     Tempat asal yang predominan (sesuai urutan frekuensi) adalah :

  1. Batas vermilion tepi lateral bibir bawah
  2. Dasar mulut
  3. Batas lateral lidah yang bergerak.

-     Lesi awal tampak sebagai penebalan sirkumskripta yang berwarna putih seperti mutiara hingga abu-abu dan sangat mirip dengan bercak leukoplakia.

-     Lesi kemudian tumbuh secara eksofitik dan menghasilkan nodus yang mudah terlihat dan diraba yang akhirnya tumbuh seperti fungus, atau mungkin mengambil pola pertumbuhan endofitik invasif dengan nekrosis sentral sehingga terbentuk ulkus kanker.

-     Tumor biasanya adalah karsinoma sel skuamosa penghasil keratin yang berdiferensiasi sedang sampai baik.

-     Sebelum lesi berkembang jauh biasanya dapat ditemukan atipia, displasia, atau karsinoma in situ di tepi lesi, yang mengisyaratkan bahwa lesi berasal dari leukoplakia atau eritroplasia.

-     Penyebaran ke kelenjar getah bening regional jarang ditemukan pada awal diagnosis kanker di bibir pada sekitar 50% kasus kanker di lidah, dan pada lebih 60% dari mereka yang kankernya di dasar mulut.

-     Penyebaran ke jaringan atau organ jauh di toraks atau abdomen lebih jarang daripada penyebaran regional.

Etiologi :

Pada awalnya tidak terasa nyeri dan tidak terdeteksi, terutama bila mengenai daera seperti tiga belakang yang menyebabkan gangguan menelan dan bicara. Ini menyebar sampai ke seluruh vital, sehingga prognosis kanker lidah lebih buruk dibandingkan dengan kanker bibir.

6.    Sialadenitis (Peradangan Kelenjar Liur)

Morfologi :

-     Semua kelenjar liur (mayor dan minor), serta kelenjar lakrimalis, dapat terkena penyakit ini, yang menimbulkan mulut kering (xerostomia) dan mata kering (keratokonjungtivitisika)

Etiologi :

-     Disebabkan oleh bakteri, virus, atau proses autoimun.

-     Yang dominan dari penyebab adalah infeksi virus gondongan (mumps), yang menyebabkan pembesaran semua kelenjar liur utama, terutama parotis. Penyebab utama adalah paramiksovirus, suatu virus influenza dan parainfluenza.

-     Sialadenitis bakterialis terjadi akibat obstruksi duktus karena terbentuknya batu (sialolitiasis), tetapi juga infeksi juga dapat terjadi akibat penjalaran retrogra bakteri rongga mulut pada keadaan dehidrasi sistemik berat, seperti keadaan pascaoperasi.

-     Pasien dengan penyakit kronis dan menyebabkan kelemahan, gangguan fungsi imun, atau mendapat obat yang menyebabkan dehidrasi oral atau sistemik juga berisiko mengalami sialadenitis bakterialis akut. Sialadenitis mungkin bersifat interstisial atau menimbulkan fokus-fokus nekrosis supuratif atau bahkan abses.

-     Sialadenitis kronis terjadi akibat penurunan pembentukan air liur yang diikuti peradangan. Penyebab utama adalah sialadentis autoimun, yang hampir selalu bilateral.

-     Kombinasi pembesaran dan peradangan kelenjar liur dan lakrimalis, yang biasanya tidak nyeri, serta xerostomia, apapun sebabnya, kadang-kadang disebut dengan istilah eponimik sindrom Mikulicz. Penyebab antara lain sarkoidosis, leukemia, limfoma, dan hiperplasia limfoepitel idiopatik.

7.    Tumor kelenjar liur

Morfologi :

-     Sel tumor membentuk duktus, asinus, tubulus, untai, dan lembaran sel.

-     Sel epitel tampak kecil dan gelap serta berbentuk kuboid hingga kumparan.

-     Elemen epitel ini bercampur denga stroma jaringan ikat linggar yang sering miksoid dan kadang-kadang mengandung pulau-pulau kondroin atau (Walaupun jarang) tulang.

-     Setelah bertahun-tahun (10 sampai 20 tahun) tumor jinak primer atau rekuren dapat mengalami transformasi keganasa, yang disebut tumor kelenjar liur campuran ganas. Keganasan lebih jarang terjadi di kelenjar parotis (15%) daripada di kelenjar submandibula (40%).

Etiologi :

-     Adenoma Pleomorfik (Tumor campuran kelenjar liur); Tumor ini biasanya sudah ada selama beberapa tahun sebelum dibawa ke dokter.

-     Tumor Warthin (Kistadenoma papilaris limfomatosum, Kistadenolimfoma); Angka kekambuhan yang sekitar 10% diperkirakan disebabkan oleh eksisi yang tidak komplet, sifat multisentrik tumor, atau adanya tumor primer kedua. Transformasi maligna jarang terjadi’ sekitar separuh dari kasus yang dilaporkan terpajan radiasi.

Daftar Pustaka :

  1. Kumar V., Cotran, R.S., Robbins, S., Brahm U. P., ed. Alih bahasa.  Hartanto H., Darmaniah N., Wulandari N. 2007. Buku ajar patologi robbins. Edisi 7. EGC. Jakarta. Hal. 610-661.
  2. Underwood. Ed. Alih bahasa Indonesia. Sarjadi. Patologi umum dan sistematik. Edisi kedua. Volume 2. EGC. Jakarta.1994. Hal.421-640.

Demikian, Patologi Sistem Pencernaan untuk Rongga Mulut. Semoga ilmunya bermanfaat apalagi untuk membantu Kamu mengerjakan tugas. Dimohon doanya agar Saya bisa berhasil memahami materi ini dan semoga nilai ujiannya memuaskan sehingga Saya bisa lulus dalam mata kuliah ini. Aamiin.

Baca Tulisan lainnya di Farmasi dan Dunia Kesehatan

Tinggalkan komentar yach

(required)
(required)

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments


3 + = 6

Switch to our mobile site