Relawan Anak

Peka

23 November 2015

“Jam berapa ki datang? Kenapa bisa selesai mi anak-anak menonton film kartun?” tanya Hikmah, relawan Nulis Bareng Sobat (NBS) tim A.
“Jam sembilan, karena masuk ka jam setengah sepuluh. NBS sebelumnya biasa masuk jam segitu”, jawabku.
“Biasanya jadwal masuk NBS sekarang adalah jam sepuluh, makanya saya datang jam segini,” kata Hikmah.

Saya yang sementara menahan emosi karena mesti berjuang sendirian, demi mempertontonkan film kartun bagi anak-anak, jadi luluh seketika.

Terluput. Kupikir komunikasi yang dijalin di grup obrolan line sudah cukup. Ternyata masih ada saja hal-hal terlewatkan yang diketahui setelah adanya pertanyaan yang diungkapkan. Membuka jalur komunikasi baru dan diskusi mendalam.

Maka, mulai saat ini, mari bertanya jika ada hal mengganjal di pikiran dan hati. Biar terjalin komunikasi yang baik.

—-***—-

“Pasti setelah ini toh, ada nama ta’ di Google,” bisik seorang anak ke temannya.

Olehnya, ketika menuliskan tentang NBS, saya mesti menahan diri agar hanya menuliskan nama anak yang patut dan layak dipuji saja. Karena faktanya, setiap tulisan yang diunggah ke blog akan dibaca oleh sobat kecil.

Bisa jadi reaksi yang terjadi di kelas, apalagi sikap tak baik, karena adanya tingkah akibat mencontoh sikap temannya yang namanya dituliskan di blog para Relawan NBS, agar mendapat perhatian yang sama. Syukur-syukur kalau tak pula mengharap agar dituliskan namanya pada postingan blog berikutnya.

Nah, saatnya bagi kita memfilter. Hanya menuliskan hal-hal yang bisa memacu sobat kecil menunjukkan perkembangan baik.

Menurut Hikmah, Haerul lebih banyak menulis dan nampak antusias di pertemuan NBS kali ini. Untuk mengapresiasi, maka saya dan Haerul saling tos, saat ia menjadi orang pertama yang mengumpulkan tulisan. Hanya Haerul yang dapat tos.

—***—

“Apa yang mau dituliskan?” Ekspresi tersirat dari sobat kecil saat diberikan instruksi sudah waktunya menuliskan review film kartun yang telah dinonton.

Karena semuanya tak menyimak film dengan baik, maka sobat kecil boleh menuliskan apa yang dipikirkan dan dialami saat NBS, 21 November 2015.

Bahkan ucapan seorang sobat kecil, yang terlontar begitu polosnya, mengenai attitude ketika saya mengajar, boleh ditulis.

Hingga pada satu titik dimana dapat disimpulkan bahwa “Tuliskan apa yang ingin disampaikan”.

Sobat kecil sangat antusias ketika boleh menuliskan unek-unek.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply