Perjalanan Relawan NBS

Perjalanan Relawan NBS

By : -

Perjalanan Relawan NBS

Waktu terus bergulir. Malam ini, 19 Februari 2016, tenggat waktu menyelesaikan pekerjaan rumah dari Nulis Blog Sobat, program sharing kepenulisan untuk Relawan Sobat LemINA, semakin dekat dan ancaman dikeluarkan semakin mengigit. Saya pun turut berusaha menyelesaikan sembari mendengarkan dialog  film drama korea dari satu saluran televisi swasta.

Tema tulisan yang belum kutunaikan adalah cerita perjalanan, membuatku ingin bercerita tentang perjalanan mendalami karakter Sobat Kecil melalui tulisannya. Sayangnya, saya terlambat aktif dalam program Nulis Bareng Sobat (NBS), karena akhir tahun 2015 lebih fokus dalam kepanitiaan Pentas Anak Makassar.  NBS sudah berjalan sejak Oktober silam.

Saya mulai menjejal NBS seri ini, pada awal Februari 2016. Sejak itu, akhir pekanku berbeda dan sangat membahagiakan. Pada Jumat malam atau Sabtu pagi, saya akan mendekam di kamar dan bergumul dengan kertas-kertas para Sobat Kecil SDN Paccinang yang berantakan di atas kasur, khususnya kelas IVC. Cuma saya yang bertanggungjawab untuk kelas IVC. Sesekali membantu tim kelas IVA atau IVB, jika dibutuhkan. Meskipun demikian, pantang bagiku mengeluh karena sendirian.

Apalagi saat mengikuti Workshop Membangun Masyarakat Bernilai, 16-17 Februari 2016, disimpulkan bahwa tugas Relawan NBS adalah mendampingi anak-anak, memenuhi kelima emosi dasar kebutuhannya, sehingga nilai-nilai positif dapat berkembang pada dirinya. Pun menjauhi sikap yang mampu memicu luka batin bagi Sobat Kecil. Semoga saya bisa amanah dalam menunaikan tugas sebagai Relawan NBS. Aamiin.

Tulisan adalah karya Sobat Kecil pada pertemuan NBS. Buah dari proses para Relawan meluangkan waktu dua jam pertemuan, setiap dua pekan di Hari Sabtu. Perjalanan menyusuri aksara berisi ungkapan polos pada secarik kertas, berefek pada kesenangan batin tiada tara. Karena saya bisa  mendalami karakter para Sobat Kecil. Jauh lebih dalam.

Memberiku pada satu kesimpulan bahwa setiap dari mereka sangatlah unik dan istimewa. Saya sangat suka jika semua Sobat Kecil mampu menyelesaikan sebuah tulisan dan menyisakan diriku menjadi pejuang, berusaha mengurangi kesalahan penulisannya.

Kesalahan penulisan yang ditemukan antara lain tak sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tak tepat dalam pemisahan suku kata, belum sanggup menuliskan paragraf yang sesuai, dan masih banyak keseruan lainnya. Pernah satu kali, kutemui kutipan menarik mengenai pertemanan dalam tulisan Sobat Kecil, pada seri NBS sebelumnya. Waktunya sangat pas karena kala itu, saya lagi tak akur dengan teman.

Untuk seri NBS tahun ini, saya menemukan perbedaan. Antusiasme Sobat Kecil lebih besar. Hampir semua murid, malahan. Masih banyak nilai perlu kuajarkan.  Sedangkan, sisa jumlah pertemuan hanya tersisa sedikit. Oleh karena saya telat memulai. Andai jumlah pertemuannya bisa ditambah. Sesuai dengan jumlah kehadiranku di kelas.

Saya masih ingin mengenal karakter Sobat Kecil, melalui karya dari tangan mungil mereka. Masih banyak kisah ingin kutelusuri. Perjalanan menemukan kesenangan tanpa perlu berjalan lebih jauh. Hanya butuh kebebasan berimajinasi.

Bisa diakui, memang tak semenarik perjalanan saat menikmati kekuasaanNya melalui keindahan alam bahkan tak asyik layaknya menyentuhkan kaki-kaki dengan pasir pantai. Namun, ada kebahagiaan yang sulit didefenisikan dengan kata-kata kala mengetahui para Sobat Kecil telah mengalami kemajuan dalam merangkai kata. Apalagi kalau dengan senang hati menulis hingga dua halaman atau lebih. Karena sejatinya, kita berhak menentukan standar kebahagiaan diri sendiri.

Demikian curahan hati mengenai perjalanan favoritku. Saya jadi penasaran, gimana keseruan cerita perjalanan para Relawan Sobat LemINA yang juga turut berpartisipasi pada Nulis Blog Sobat. Khususnya kisah perjalanan para Relawan NBS.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *