Skip to content

May 23, 2012

3

Prosedur Pengujian Mutu Obat Tradisional

Prosedur Pengujian Mutu Obat Tradisional- meliputi antara lain:

1. Pengujian secara organoleptik : menilai bentuk, warna, bau, rasa dan tanda-tanda lain dengan mata.
2. Uji Kemasan : menilai kemasan, penandaan, bobot / volume dengan membandingkan nilai normal.
3. Pengujian Secara Makroskopik : untuk simplisia, melihat bentuk, ukuran (panjang, lebar, tebal, bekas patahan).
Catatan : umur, cara panen, pengeringan, penyimpanan mempengaruhi simplisia.

4. Kebenaran Simplisia/Komposisi : dilakukan dengan cara kimia atau cara mikroskopis.
5. Kadar Air: Kadar air berlebih mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan hidrolisis senyawa kimia (syarat menurut farmakope kadar air = 8-14%).
6. Kadar Abu Total : abu dapat berasal dari  jaringan tanaman atau pengotoran (tanah / pasir) hanya untuk bentuk simplsia dan bukan bentuk sediaan

7. Abu yang Tidak Larut Asam : tujuan untuk mengetahui pengotoran dari pasir atau tanah silikat (simplisia/non sediaan)
8. Kadar Sari Etanol dan Air : tujuannya untuk mengetahui jumlah senyawa tersari dengan etanol dan air (simplsia), biasanya spesifik pada simplsia (tidak sediaan)
9. Uji Keseragaman Bobot : dilakukan untuk menilai kandungan simplisia sediaan (serbuk, pil tablet, kapsul)
10.Uji Waktu Hancur : jika sediaan bentuk pil, tablet, kapsul
Catatan : obat diserap dalam bentuk larut

11. Cemaran Mikroba / Jamur : terdapat mikroorganisme menunjukkan kebersihan pada (proses pembuatan simplisia, pembuatan sediaan, kadar air). Syarat Obat Tradisional adalah tidak boleh mengandung mikroba patogen dan jamur penghasil aflatoksin
12. Cemaran Logam Berat : logam dari alat pada proses pembuatan tidak boleh mempengaruhi / meninggalkan sisa pada Obat Tradisional, karena dapat mempengaruhi kesehatan. Terutama uji logam Pb, Hg, dan As.    Syarat tidak boleh lebih 50 bpj dihitung sebagai logam Pb

13. Cemaran Bahan Organik Asing : yang dimaksud adalah bagian tanaman atau seluruh tanaman asal simplisia, tertera atau dibatasi jumlah dalam monografi, hewan utuh / bagian / zat yang dikeluar. Jumlah bahan organik asing menunjuk tingkat kemurnian simplisia.
Simplisia dapat tercemari pula serangga/ bagian serangga/zat yang dikeluarkan, bila terdapat itu maka semuanya harus dipisahkan sebelum digunakan

14. Kadar Etanol/Metanol : disyaratkan bahwa Obat Tradisional tidak boleh mengandung etanol >1% (jika lebih maka termasuk golongan minuman beralkohol) dan tidak boleh mengandung metanol > 0,1% terhadap etanol. catatan : untuk sediaan cair secara oral.
15. Zat Tambahan :

  • PEWARNA : untuk tablet/pil bersalut dan sediaan cair (persyaratan=makanan)
  • PENGAWET : untuk sediaan menggunakan air (cairan/sirup dls). Syarat tidak boleh lebih 0,1% sebagai asam benzoat / propil hidroksi benzoat
  • PEMANIS BUATAN : sediaan cairan dan bentuk serbuk secara oral. Syarat tidak boleh lebih 0,15% untuk sakarin dan 2% untuk siklamat

16. Cemaran Pestisida : terutama simplisia dari tanaman budidaya, dilakukan untuk sediaan obat tradisional dalam bentuk serbuk, rajangan, cairan, dll.
17. Kandungan Obat Sintetik : dilakukan dengan cara reaksi kimia seperti; reaksi warna, pengendapan, KLT, Spektrofotometri, Kromatografi Gas, atau cara lain yang sesuai
Catatan : karena biasanya ada kecenderungan penambahan zat kimia dengan khasiat yang sama pada sediaan obat tradisional.

Sumber : Materi Kuliah Obat Tradisional

Nb :

Panjang banget penjelasan di atas meliputi Prosedur Pengujian Obat Tradisional dan itu adalah secuil materi perkuliahan yang mesti dipelajari sebagai bahan ajar dan kemungkinan menjadi soal dalam ujian final ‘Obat Tradisional’ kali ini.

Tiap orang kan memiliki metode belajar berbeda satu sama lain dan kalau Saya biasanya menulis materi yang ingin Saya pelajari ke dalam blog sehingga lebih mudah dipahami. Hal ini karena sebelum mengetik tombol ‘Publish’ biasanya Saya memeriksa setiap kata dalam tulisan dan berusaha mengurangi keganjalan pada kalimat dengan memperbaiki kata-kata yang telah ditulis meskipun masih ada beberapa hal pada tulisan ini yang belum Saya mengerti dengan pasti apalagi materi mengenai Obat Tradisional.

Buat Kamu yang membaca tulisan ini hingga selesai dengan sabar tolong Doakan Aku yach agar bisa menjawab soal ujian mata kuliah ‘Obat Tradisional’ dengan baik dan ilmunya bermanfaat (maklum ini kedua kalinya Saya mengambil mata kuliah tsb, ckckckckck). Semoga Kamu juga senantiasa diberikan kemudahan dari setiap cobaan yang ada. Amin.

Baca Tulisan lainnya di Farmasi dan Dunia Kesehatan
3 Comments Post a comment
  1. cherry
    May 30 2012

    Aminnnnn semoga nilaix jg baik,,

    lbh bagus lg kalau ada cara pengujianx bgmn cha,,heheh
    *rider yg terlalu byk mwx,,hahah*

    Reply
  2. syfa zayn yang selalu hepi
    Aug 28 2012

    btw, kul FA d mana dhek? klinik/ industri?smg sja d smstr baru ini, nilai ny jauh lbih bagus,, btw… klo jur.mu klinik py file2 mata kuliah obat tradisional dan farmakognosi tdk? jika punya minta file nya y dhek…, bisa d email khan k tanbiyah@yahoo.ca____salam farmasis

    Reply
    • Nurfaisyah
      Aug 28 2012

      Saya mahasiswi fakultas farmasi dan sudah tergolong mahasiswi yang tidak muda lagi (alias mahasiswa nol sks), jadi untuk share materi kuliah bukan kemampuan Saya lagi. Maaf (worship)

      Reply

Tinggalkan komentar yach

(required)
(required)

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments


5 + = 14

Switch to our mobile site