Rabu

Dear Rabu,
Bagi bapakku, Rabu itu sial. Tak ada urusan yang beres jika dilaksanakan pada rabu. Jadi, takkan ada urusannya, pada hari rabu. Entah kenapa beliau berpikir seperti itu. Itu haknya. Saya tak boleh mengintervensi pemikirannya.

Rabu, kuawali Praktek Kerja Profesi Apoteker pada saat kamu berjaga. Bahagianya diriku tak ketulungan. Dapat lokasi mudah diakses. Tempat makan di sekitar lokasi sangat ramah, bagi lidah dan kantong.

Tempat makan bernama ‘warung tunjuk-tunjuk’. Bisa makan sepuasnya, tambah sepuasnya, hanya bermodal uang 15ribu, dan akan dikembalikan seribu. Baru datang, ditawari ambil makanan sendiri. Disuguhi senyum ramah penjualnya.

Menu makanannya khas rumah. Opor ayam, sayur paria, mangga racca, tempe tahu goreng, ikan pallu ce’la, sayur kangkung, lombok tumis, ikan goreng, terong tuimis, kerupuk, dsb. Dessertnya ada kue lapis dan pisang. Sungguh menggoda lidah. Mata melapar ingin melahap semuanya.

Jangan heran kalau penjualnya sering menawari kita untuk tambah. Meski, makanan di piring masih belum habis setengahnya. ‘Tambahki di’, slogan yang diusung. Mampu menarik banyak pelanggan. Hampir tak pernah kosong meja makannya oleh pelanggan. Orang kantoran, murid SMP, anak magang, pak polisi, dsb.

Lokasinya sangat strategis. Di samping apotek kimia farma 33 di jalan ahmad yani. Berada di kawasan perkantoran, gedung sekolah, dan fasilitas umum. Kelebihan yang menurut saya bisa mendatangkan omzet cukup fantastis. Semoga jika sebulan saya berada disana, bisa bantu dongkrak berat badan saya, hingga lebih 48 kg. Lumayan menyukseskan proyek nambah berat badan.

Rabu, kuingin protes padamu. Rencana skoringku bareng Inha mesti tertunda. Gegara laptopnya tak bisa nyala. Mohon bantuanmu. Tolong kalau bisa, bisikkan pada Tuhan untuk membantu perbaiki laptop Inha. Biar kerjaan skoring bisa terselesaikan tepat waktu.

Rabu, kamu baik seperti senin. Saya kenyang sekali pakai banget. Makan siang di warung tunjuk-tunjuk. Bisa icip-icip tiga potong pizza hut, dibungkusin sama Anca (terimakasih Anca,,,). Maaf yeee Inha, jatah pizzamu kuhabiskan. Makanya jangan tawarin Ica makan, kalau tak ingin jatahnya dihabiskan Ica. Meski makan pizzanya di mekdi, rasa khas barat dipadu pedisnya sambel, sungguh terasa nikmat di lidah (namanya juga gratis, semuanya enak beud).

Rabu, kamu selalu datang dengan misterimu. Hari ini, kamu bawa kabar bahagia, dari Desi Mandasari (@desimanda), memberitahu bahwa suratku telah diterimanya. Selembar surat dari kertas putih dan amplop jingga telah mendarat di mejanya sejak siang tadi. Semoga kartu pos, yang kukirim bareng surat untuk Desi, bisa juga tiba di tujuan.

Rabu, kutunggu misterimu pada pekan berikutnya.

Nurfaisyah

#Harike12 #30HariMenulisSuratCinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *