Schizophrenia (Skizofrenia)

Schizophrenia (Skizofrenia)

By : -

Schizophrenia (Skizofrenia) – Sehari sebelumnya (18 Desember 2010) , Saya menonton Acara Oprah winfrey yang ditayangkan di salah satu TV swasta di Indonesia. Pada talkshow tsb. Oprah mewawancarai seorang anak berusia 7 tahun yang menderita skizofrenia bernama Jani yang merupakan anak dari pasangan Michael dan Susan.  Untuk lebih jelasnya mengenai acara tersebut Anda dapat membuka http://www.oprah.com/oprahshow/Behind-the-Scenes-with-a-7-Year-Old-Schizophrenic

Saya terinspirasi oleh acara tersebut untuk menjelaskan lebih rinci tentang apa itu sebenarnya skizofrenia. Berikut adalah beberapa hal yang telah Saya dapatkan dari beberapa buku teks mengenai Skizofrenia.

Skizofrenia adalah suatu sindrom heterogen kronis dari pikiran yang kacau dan aneh, delusi, halusinasi, efek pengaruh yang tidak pantas, dan terganggunya fungsi psikososial.

Skizofrenia dapat timbul dalam banyak variasi. Pada salah satu tipe tersering, seseorang merasa mendengar suara-suara dan memiliki waham kebesaran, rasa takut yang hebat, atau jenis perasaan lain yang tidak nyata. Kebanyakan orang menderita skizofrenia bersifat :

1. Sangat paranoid, disertai dengan perasaan tersakiti akibat hal – hal di luar dirinya.

2. Dapat mengalami kemampuan bicara yang inkoheren, disosiasi pikiran, dan urutan berpikir yang abnormal

3. Seringkali menarik diri, kadang – kadang dengan sikap tubuh yang abnormal dan bahkan kaku.

Adapun Patofisiologi dari skizofrenia antara lain :

1. Peningkatan ukuran ventrikular, penurunan ukuran otak, dan asimetri otak telah dilaporkan. Penurunan ukuran hipokampus mungkin berhubungan dengan penurunan uji neuropsikologi dan respon yang lebih buruk terhadap antipsikotik generasi pertama (FGAs).

2. Hipotesa dopaminergik ; Psikosis dapat berasal dari hiper- atau hipoaktivitas dari proses dopaminergik pada daerah otak tertentu.

3. Disfungsi glutamatergik ; Saluran glutamatergic berinteraksi dengan saluran dopaminergik. Kekurangan aktivitas glutamatergic menghasilkan gejala-gejala mirip dengan hiperaktif dopaminergik dan mungkin yang terlihat pada skizofrenia.

4. Abnormalitas Serotonin (5-HT) ; pasien skizofrenia dengan scan otak yang abnormal memiliki konsentrasi 5-HT darah yang lebih tinggi.

5. Kelainan primer dapat terjadi dalam satu neurotransmitter dengan perubahan sekunder dalam neurotransmitter lainnya.

6. Penelitian molekuler yang melibatkan perubahan halus dalam protein-G, metabolism protein, dan proses subselular lainnya mungkin mengidentifikasi gangguan biologis dalam skizofrenia.

Etiologi

Terdapat beberapa alasan untuk mempercaya ibahwa skizofrenia disebabkan oleh salah satu  atau lebih dari tiga kemungkinan berikut :

1. Hambatan terhadap sinyal – sinyal saraf di berbagai area pada lobus prefrontalis korteks serebri atau kegagalan fungsi pengolahan sinyal karena banyak sinaps yang tereksitasi secara normal oleh neurotransmitter glutamat, kehilangan responnya terhadap neurotransmitter ini.

2. Perangsangan yang berlebihan terhadap sekelompok neuron yang menyekresi dopamin di pusat-pusat perilaku otak, termasuk di lobus frontalis.

3. Abnormalitas fungsi di bagian – bagian penting pada sistem pengatur perilaku limbik yang terpusat di sekitar hipokampus.

Demikian penjelasan Saya sehubungan dengan skizofrenia. Semoga bermanfaat untuk Anda.Terima kasih kepada Oprah Winfrey serta kru dari Oprah Winfrey Show yang telah menginspirasi Saya untuk menulis artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *