Karangan Bebas

Seiring Waktu Berlalu

1 Juli 2013

Kejadian hari ini mengingatkan bahwa Saya pernah bermimpi sesuatu yang bukan merupakan hal besar dan mesti diperjuangkan.

Mimpi itu awalnya tercetus saat mendengarkan cerita dari kawan Saya, sekitar dua tahun lalu, mengenai kakaknya yang diberikan sebuah mushaf Al Qur’an ketika dipinang oleh lelaki yang sekarang telah menjadi suaminya.

Saat itu Saya terkagum-kagum karena ternyata masih ada sosok pria yang meminang wanita idamannya dengan memberikan barang selain bentuk materi berharga.

Saat itu, Saya pun mematrikannya menjadi sebuah impian yang ingin dihadiahkan sebuah mushaf Al Qur’an.

Seiring waktu berlalu, Saya pun lupa dengan impian itu.

Hingga suatu hari, Saya iseng mewawancarai seorang teman mengenai kado apa saja yang dia peroleh saat ulang tahunnya.

Salah satu kado yang paling menarik perhatianku adalah sebuah mushaf Al Qur’an pemberian temannya.

Saya pun teringat dengan diri sendiri yang pernah memiliki impian yang ingin dihadiahkan sebuah mushaf Al Qur’an.

Seiring waktu berlalu, Saya pun lupa dengan impian itu.

Hingga hari ini, akhirnya seorang Kawan mewujudkan impianku dan Saya bingung bagaimana mendeskripkan ekspresiku saat memperolehnya.

Hal yang berkesan adalah Saya diantarkan ke memori waktu silam yang mengingtkan bahwa Saya pernah bermimpi ingin dihadiahi sebuah mushaf Al Qur’an oleh orang terdekat Saya.

Sebuah kalimat bertuliskan “Selamat berjuang menjemput hidayah” pada kartu ucapan yang dibalut amplop biru menjadi kata-kata tersyahdu, bagi Saya, hari ini.

Saya sungguh bingung harus merangkai kalimat seperti apa untuk berterima kasih kepada orang itu.

Bahkan untuk menuliskan namanya pun enggan kulakukan karena Saya tidak ingin mengurangi esensi pemberiannya dengan cobaan riya’ yang bisa mengancam dirinya.

Saya tersadar bahwa impian tetaplah impian, entah itu skala besar atau skala kecil, selalu ada gurat kebahagiaan yang terpancar saat impian terwujud.

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply samuri 2 Juli 2013 at 17:28

    saya juga pernah bermimpi begitu,
    Terkabulnya tahun lalu..
    Awalnya teman kerjaku liat musaf ku di atas meja trus tiba2 dia bilang begini sama saya “Besok saya bawakan musaf yg lebih mini dari musaf mu”

    Huaaa senangnya,, Alhamdulillah…

    Tiap abis baca itu musaf langsung saya ingat beliau :’)

    • Reply Nurfaisyah 4 Juli 2013 at 19:41

      (worship)

    Leave a Reply