Semoga Bisa Liburan Akhir Tahun 2019 ke Malang

Beberapa hari ini berasa gerah sekali. Mungkinkah sudah masuk musim kemarau ya? Entahlah. Masalahnya adalah kalau keringatan bisa bikin mood tidak stabil dan ketiak lebih sering basah yang berujung menghasilkan aroma tubuh tak sedap. Artinya saya mesti rajin mandi sore biar badan tetap wangi dan segar.
Amirah selalu saja bisa nyenyak saat tidur siang, meski cuaca lagi gerah. Apakah saya juga bisa mudah tidur dalam kondisi kegerahan? Yah, begitulah, saya bisa terlelap selama 5 menit, sudah sangat bersyukur kegirangan karena bisa mengistirahatkan tubuh. Walau sejenak. Jadi teringat waktu ikut Praktek Kerja Lapangan dibalut nuansa tour pabrik industri farmasi di Jawa. Salah satu kota yang saya singgahi adalah kota Malang. Sayangnya cuma sebentar, sekadar numpang menginap. Padahal saya masih penasaran dengan khasnya sebagai salah satu destinasi liburan.
Semoga di akhir tahun 2019 ini, saya bisa liburan ke Malang bersama keluarga. Sudah masuk ke dalam bucket wishlist. Kalau jadi, berarti itu adalah pertama kalinya saya, Amirah, dan abinya liburan keluarga selain wilayah Bali, Makassar, dan Bulukumba. Baru dibayangkan saja sudah mulai terasa repotnya bagaimana nantinya. Apalagi versi liburan saya dan abinya Amirah agak berbeda. Saya sukanya liburan yang mudah, praktis, dan menyenangkan. Tak perlu bersusah payah demi mendapatkan sesuatu. Titik temu diantara banyaknya perbedaan versi liburan kami yakni tujuan wisata merupakan area yang tak perlu jalan kaki jauh. Pun wisata kuliner.
Sudah ada daftar makanan yang ingin saya cicipi, kebanyakan karena sudah dikenal sejak dulu, sehingga dalam artian sudah melegenda dan tetap bertahan hingga saat ini.

Sumber foto : GoogleMaps

Daftar makanan tersebut antara lain Depot HTS/HanTjangSwing (sejak 1927) di Jalan Dr. Wahidin, Depot Bug Matira (sejak 1935) di Jalan Trunojoyo, Depot Rawon Nguling (sejak tahun 1942) di Jalan Zainul Arifin, Rawon Brintik (sejak tahun 1942) di Jalan KH. Ahmad Dahlan, dan Soto Ayam Lombok (sejak 1955) di Jalan Lombok. Jika menilik lebih dalam daftar wishlist menu, kelihatan sekalu polanya kalau saya suka masakan berkuah dan ada dagingnya.
Hal penting lainnya dan tak kalah penting tuk diperhatikan yakni menginap di hotel. Nah, saya suka kalau menginap di hotel yang ada fasilitas sarapannya. Biar kalau pagi tak perlu ribet ke luar cari makan. Adakah hotel di Malang dan memenuhi kriteria saya?

Sumber : Aplikasi PegiPegi

Untungnya sekarang sudah ada aplikasi PegiPegi. Aplikasinya ramah pengguna (user friendly) sehingga memudahkan saya tuk pilih-pilih hotel sesuai kebutuhan. Tinggal masukkan jumlah tamu dan kota tujuan, dan clinngggg muncullah pilihan beberapa hotel. Pilih salah satu hotel incaran dan cek detailnya. Apakah sudah termasuk sarapan atau tidak, refundable atau tidak, harganya sesuai budget atau tidak, serta fasilitas lainnya. Foto-foto hotel dan fasilitas yang ditampilkan sangat informatif, jadi bisalah dapat gambaran deskripsinya.
Kalau tuk urusan booking hotel, abinya Amirah jagonya. Bisa sampai berhari-hari tongkrongin aplikasi demi dapat hotel murah tapi tidak murahan. Bahkan rela begadang. Begitulah kelakukan abinya Amirah yang kalau lagi serius, fokusnya melebihi batas ambang normal. Ampun dah.
Terbukti sih tiap kami staycation di hotel, selalu melebihi ekspektasi saya. Amirah pun begitu. Biasanya dia akan langsung kegirangan dan menjelajahi tiap sudut kamar. Bereksplorasi dengan hal baru ditemuinya. Hingga saya pun kelelahan membersamainya supaya tetap aman dan nyaman.
Visualisasinya sudah mantap nih. Tinggal berusaha agar impian liburan di akhir tahun 2019 ke Malang bisa terwujud. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *