Sobat LemINA Mengadakan Volunteer Camp, Saya Absen

Sobat LemINA Mengadakan Volunteer Camp, Saya Absen

By : -

Sobat LemINA Mengadakan Volunteer Camp, Saya Absen

Ahad malam (19/11), grup Whatsapp ramai dengan ungkapan terima kasih setelah Volunteer Camp. Obrolan pun lebih akrab dibanding sebelumnya. Beberapa kontak baru dimasukkan ke dalam grup. Saya iri karena tak hadir. Apalah daya, jarak Bali dengan Makassar, sangat jauh. Memang belum saatnya ikut dalam kegiatan pengembangan diri yang diadakan tuk para relawan anak Sobat LemINA dan didukung oleh LemINA.

Masih bingung ya bedakan LemINA dan Sobat LemINA ?

LemINA (Lembaga Mitra Ibu dan Anak), dengan slogan Untuk Senyum Anak Indonesia, merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dengan pendekatan kelompok ke ibu-ibu dan anak-anak di bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Sedangkan, Sobat LemINA adalah komunitas kerelawanan yang bergerak di bawah naungan LemINA, dengan harapan bisa menjadi sobat bagi anak dan mitra bagi ibu.

Komunitas kerelawanan dapat dimanfaatkan sebagai wadah dalam mengembangkan potensi diri. Kita akan belajar  menyelesaikan amanah secara profesional, meski tanpa dibayar. Tidak dibayar saja, kita bisa sangat mumpuni, gimana kalau dibayar? Tawaran kerjalah yang akan berdatangan. Kita juga akan terbiasa lebih peka terhadap teori-teori kehidupan yang kasat mata, sehingga makin kaya pengalaman. Berkawan dengan siapa saja, meski berbeda-beda karakter. Kita tidak tahu siapa yang akan berpengaruh dalam kehidupan kita di masa depan.

su.ka.re.la.wan /sukarèlawan/
bentuk tidak baku: relawan

  • n orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela (tidak karena diwajibkan atau dipaksakan

Sumber : https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sukarelawan

Berdasarkan penjelasan Andi Bunga Tongeng, pada siaran langsung Sobat LemINA di Facebook, kegiatan yang berlangsung selama 18-19 November 2017 di Wisata Kebun Kabupaten Gowa ini, bertujuan tuk mengingatkan kembali dan meningkatkan kemampuan diri tentang anak dan kerelawanan, agar relawan bisa lebih berkualitas dalam mendampingi anak-anak dan bisa menyusun beberapa program kegiatan yang lebih mengena ke anak-anak di tahun 2018.

Sebanyak 21 relawan difasilitasi tuk mendapatkan materi antara lain Who Am I (Siapa Saya), Kids Zaman Now, Time Management (Manajemen Waktu), Communication Sklill (Kemampuan Berkomunikasi), Leadership & Problem Solving (Kepemimpinan dan Penyelesaian Masalah), dan Sinergitas Tim.

Materi Who Am I difasilitasi oleh Kak Dede yang membahas tentang potensi kelebihan dan kelemahan tiap relawan, dan siapa dia menurut padangan teman-teman yang lain. Materi selanjutnya adalah Kids Zaman Now yang membahas secara partisipatif, regulasi pemerintah terkait anak, hak-hak anak, dan isu terbaru seputar anak.

Mukanya serius amat ya memperhatikan.

Mukanya serius amat ya memperhatikan.

Pada materi Time Management yang difasilitasi oleh Kak Nurtang, tiap tim relawan anak ditugaskan tuk menyusun sebuah rencana kegiatan yang berbasis manajemen waktu. Tidak hanya materi, ada juga permainan diselipkan di antara sesi kegiatan yang dipandu oleh Kak Ical.

Dalam materi Sinergitas Tim, relawan dibagi menjadi 3 tim terbesar dan diberikan tugas dengan waktu terbatas. Proses pelaksanaan tugas tersebut menjadi bahasan curah pendapat tentang tiap elemen tim saling bersinergi. Keakraban belum menjamin tim kerja dapat saling bersinergi.

Sesi makan malam pada hari Sabtu (18/11), bikin iri tingkat maksimal. Para relawan anak makan bersama di tepi kolam renang, diberi apresiasi berupa setangkai mawar dan sehelai kertas bertuliskan kalimat indah nan penyemangat.

Kak Nurtang, relawan Sobat LemINA, mendapatkan apresiasi. Sumber : Facebook Sobat LemINA.

Kak Nurtang, relawan Sobat LemINA, mendapatkan apresiasi.

“Ingat selalu bahwa LemINA laksana rumah bagi relawan anak. Jika datang, ketuklah pintu dan beri salam, dan tatkala akan pergi, pamitlah dengan baik-baik dan ucapkan salam.” (Yustiana, Ketua Yayasan LemINA)

Pada sesi malam, materi Communication skill, dibawakan dengan penugasan santai dan penuh kejutan. Dilanjutkan dengan pemaparan hasil pengamatan tiap tim atas role play (bermain peran) 3 relawan, sebagai ajang tuk mengasah kepekaan dalam berkomunikasi. Belajar komunikasi tak sebatas teori di buku. Makanya perlu dilatih, karena diam tak selamanya emas.

Hari kedua, ahad (19/11), diawali dengan program Sobat Fit : Berenang Bersama. Pada materi Leadership & Problem Solving menjadi ajang tuk belajar memimpin sebuah tim dan menyelesaikan masalah. Praktik cuma dilakukan dengan 2 tim tuk membandingkan. Ada pula permainan saling lepas diri dari tali kusut. Kerja tim lebih dari sekadar menyelesaikan misi atau tujuan, juga tentang bagaimana menyelesaikan masalah, seperti mengurai tali kusut.

Sesi lainnya yang bikin iri adalah moment baca surat cinta dari para relawan anak lainnya. Bahkan ada yang sampai menangis karenanya.

Saya juga mau diberi surat cinta dan diapresiasi dengan setangkai mawar. Pun ingin dapat materi dan pengalaman dari kegiatan Volunteer Camp.

Foto bersama relawan. Sumber : Facebook Sobat LemINA.

Foto bersama relawan.

Sumber Foto dan Tulisan :

Facebook Sobat LemINA dan Instagram Sobat LemINA (@sobatlemina)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *