Press "Enter" to skip to content

Sobat LemINA Mengadakan Workshop Membangun Masyarakat Bernilai

Nurfaisyah 0

Sobat LemINA bekerja sama dengan Living Value Education  mengadakan Workshop Membangun Masyarakat bernilai di Hotel Sahid Makassar 16-17 Februari 2016 pada 08.00-16.00 Wita untuk Relawan Anak Sobat LemINA.

Fitria Rita Laurent sebagai fasilitator workshop dari Living Value Education, merupakan program pendidikan yang menawarkan pelatihan dan metodologi praktis bagi para pendidik, fasilitator, pekerja sosial, orang tua dan pendamping anak untuk membantu mereka menyediakan kesempatan bagi anak-anak dan orang muda menggali serta mengembangkan nilai-nilai universal. (http://www.livingvaluesindonesia.org/id/what.html)

Worskhop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan Anak sehingga dapat mendampingi anak-anak dengan membangun nilai-nilai.

IMG-20160216-WA0028
(Foto : Dhila)

“Nilai yang ternyata tidak diajar, melainkan dilihat.” – Living Values Education

Dalam satu sesi, pemateri mengajukan pertanyaan yang membuat peserta kembali menghidupkan nilai-nilai yang selama ini dianut. Adapun pertanyaannya yakni:

  1. Orang yang paling berpengaruh pada diri Anda dari kecil sampai sekarang ?
  2. Karakter yang apa yang berpengaruh pada dirinya dan masih hingga sekarang.
  3. Jika semua orang sepertinya, akan jadi seperti apa dunia ini?
  4. Pikirkankanlah film apa yang paling Anda sukai? Nilai apa yang ada di dalam film itu?
  5. Pikirkanlah buku yang Anda sukai dan pernah Anda baca? Nilai apa yang ada dalam buku tersebut?
  6. Pikirkanlah moment apa yang paling berkesan dalam hidup Anda? Nila apa yang ada dalam moment tersebut?
  7. Pikirkan moment apa yang kegiatan bersmama anak-anak yang paling diingat? Nilai apa yang ada di dalamnya?
  8. Nilai apa yang mendorong Anda untuk mengambil keputusan ingin menjadi pendamping anak-anak?
  9. Menurut Anda, apa defenisi NILAI?
IMG-20160216-WA0013
Sesi diskusi tentang NILAI (Foto: Bunda Bunga)

Peserta akhirnya menemukan sedekat apa nilai dengan kehidupan hanya dengan menjawab pertanyaan di atas.

“Anda akan merasa tenang ketika kehidupan kita sejalan dengan nilai. Sebaliknya, Anda akan gelisah jika berbuat dan tak sejalan dengan nilai. Jika akan berbuat dan merasa gelisah, berarti Anda sedang tidak sejalan dengan nilai.” – Living Values Education

Karena kalau tidak dihidupkan, maka nilai itu akan mati.

Emosi Dasar Manusia
Emosi Dasar Manusia

Ada 5 kebutuhan emosi dasar berkaitan dengan perasaan.  Jika dipenuhi sejak anak-anak, maka ketika dewasa akan tumbuh menjadi pribadi baik. Kebutuhan emosi dasar antara lain bernilai, aman, dipahami, dihargai, dan disayangi. Setiap anak memiliki kebutuhan emosi berbeda, pekalah terhadap kebutuhan tiap anak.

Ciptakan kondisi eksplorasi ide, pendalaman diskusi, refleksi diri (berhenti sejenak dan mendalami diri sendiri), kelompok belajar skala kecil, dan mind mapping. Ekspresi kreatif melalui seni atau lagu; pengembangan ketrampilan; masyarakat, lindungan dan dunia.

Mendengar aktif adalah proses menanggapi cerita orang lain. Jika reaksi salah dalam mendengarkan, maka akan menambah penghalang, yaitu menuduh, menyalahkan, mengalihkan perhatian, memberi solusi, menghakimi, menghukum, dan simpati.

Amarah ketika bercerita, bukan merupakan emosi primer atau utama. Di baliknya, ada rasa yang belum terpenuhi. Seperti meliputi sakit hati, takut, malu, tidak aman. Amarah hanya tampilan luar. Sebagai pendengar aktif perlu:

  • Menerima perasaan orang lain; belajar mendefenisikan perasaan dari amarah, apakah sakit hati? takut? malu? tidak aman? Bisa dengan mempertanyakan, “apa yang sedang kamu rasakan?” Melakukan refleksi emosi dan/atau isi; menegaskan apa yang sedang dia rasakan dengan mengungkapkannya untuk meminta persetujuannya.
  • Memahami dan mengasihi, bukan menyetujui.

Workshop pada hari pertama berjalan lancar dengan penuh aktraktif diselingi permainan sehingga tidak membosankan. Fasilitatornya pun sangat mumpuni di bidangnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *