Karangan Bebas

Spontanisus

24 Februari 2014

Dear penghuni kamar gelap,
Surat ini kutulis spontan. Tanpa proses penyuntingan berarti. Langsung di ketik di draft postingan. Tanpa melalui pengarsipan di aplikasi word ponsel.

Letih menggerogoti raga. Amarah masih diusahakan terlepas, biar tenang. Hari ini, saya (kembali) belajar teori yang dulu kupelajari dan kutulis pada postingan blogku yang berjudul ‘be aware’.

Kita (mungkin) nampak terdengar hebat, dengan kalimat yang kita lontarkan kepada orang lain. Komentar jujur pada orang lain. Tanpa pikir panjang. Ceplas ceplos. Spontan.

Namun, kadang kita perlu menahan isi benak kita, agar tak terucapkan. Khususnya, menghindari komentari negatif. Apalagi menghina orang lain. Merasa diri kita, (seakan) lebih hebat darinya.

Wajar kalau komentar kita niatnya untuk membangun. Namun, hati orang siapa yang tahu. Kita tidak bisa tebak, ia marah atas ucapan kita atau tidak. Tidak semua orang bisa cuek.

Memang, wanita butuh wadah untuk menyalurkan pikirannya. Tapi, masih banyak hal positif yang bisa dilakukan. Dibandingkan mengomentari orang lain. Lebih baik menghindar. Daripada kelabakan minta maaf kepada yang bersangkutan.

Nurfaisyah

#HariKe24 #30HariMenulisSuratCinta

Lebih baik menghindari daripada mengobati kan.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply