Talent Pentas Anak Makassar tampil di Multicultural Festival

Talent Pentas Anak Makassar tampil di Multicultural Festival

By : -

Memberikan panggung bagi anak-anak binaan komunitas pemerhati anak adalah salah satu tujuan dari Pentas Anak Makassar. Apalagi sebelum hari H, sehingga mereka terbiasa tampil di khalayak ramai.

Pihak panitia pelaksana “Multicultural Festival” memberikan panggung bagi anak binaan Save Street Child (SSC) Makassar, salah satu talent Pentas Anak Makassar, tuk tampil di pelataran gedung I Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, senin (12/10/2015). Event yang mengangkat tema “Unity in Diversity” ini dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Bosowa (Himahi Unibos).

Komunitas yang turut meramaikannya adalah Sobat Budaya Makassar. Komunitas yang terbentuk sejak 4 November 2015 ini, secara sukarela melestarikan dan mempromosikan seni tari Tulolona Sulawesi, dengan cara memberi pelatihan menari kepada anak-anak, khususnya anak binaan SSC Makassar.

SSC Makassar adalah salah satu komunitas di Makassar yang peduli terhadap anak jalanan. Komunitas dengan slogan “Mari bergerak dan menggerakkan” ini, sangat mendukung dalam memfasilitasi penampilan adik-adik (sebutan tuk anak binaan SSC Makassar). Adik-adik terpilih tuk tampil di “Multicultural Festival” adalah 5 orang anak yang seringkali belajar setiap sabtu sore di depan Mall Panakkukang.

Foto bersama pelatih nari Sobat Budaya Makassar

Foto bersama pelatih komunitas Sobat Budaya Makassar

Diharapkan, pengalaman tampil di depan khalayak ramai, contohnya menari pada “Multicultural Festival”, dapat menjadi bagian dari pengembangan karakter mereka saat mewujudkan impian. Untuk itulah, maka tema yang diusung Pentas Anak Makassar adalah Lindungi dan Wujudkan Mimpi Anak Indonesia.

Nah, adik-adik SSC Makassar akan tampil juga di Pentas Anak Makassar, pada 27 Desember 2015 di Gedung Kesenian SulSel Societeit de Harmonie.

Tunggu aksi mereka di Pentas Anak Makassar.

Silahkan cek akun instagram @sobatbudayamks tuk dokumentasi “Multi Cultural” selengkapnya. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *