Tentang Manusia

Tentang Manusia

By : -

Belajar tentang manusia selalu candu. Dinamis. Tiap karakter, beda perlakuan. Tapi ada beberapa item sikap yang berlaku sama, hampir pada setiap orang.

Berikut hal yang bisa ica rangkum dalam selang tiga hari ini.

1. Bahwasanya ucapan yang diawali,”bukannya GR yah,…. Saya orangnya dikenali semua orang, bahkan di luar negeri.”
Maksud: dari intro omongan yang katanya tidak GR, malah kalimat setelahnya, mengandung unsur-unsur GR. Kalimat intro yang tanpa sadar menjadi awalan saat diucapkan, sebenarnya ujung-ujungnya ingin seperti itu. (Begitu pesan yang kupahami saat menonton salah satu siaran TV swasta)

Bagaimana dengan intro kalimat yang lain?
Misalnya, “bukannya sombong yah,…”
“Bukannya merasa jago yah,…” “bukannya iri yah,…” “bukannya merasa pintar yah,…”

Silahkan Anda simpulkan sendiri dengan menemukan contoh dan memahami maksudnya, dari kalimat yang diucapkan setelah intro seperti “bukannya bla bla bla yah”

2. Saya senang mendengar cerita, apalagi cerita yang berbasis kisah nyata. Karena dalam beberapa hal, kisah yang diceritakan bisa menginspirasiku atau memberiku kalimat kutipan yang patut dibagikan. Semacam anak kecil yang suka didongengi. Selalu bahagia setelahnya.

Pengecualian. Dalam beberapa hari ini, fakta membuktikan, tidak semua cerita bisa menginspirasiku. Bisa membuatku tertarik mendengarnya.

Biasanya, karena kontennya tak berbobot, dikarenakan orang yang bercerita memberi unsur narsis dalam kisahnya, apalagi terkesan “mau sekali ditahu”.

Pesanku, bijaklah dalam bercerita.

Begitulah. Belajar tentang manusia selalu menarik. Hanya butuh sedikit peka tuk melihat, mendengar, atau merasakan perihal manusia yang kasat mata.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *