Karangan Bebas

Today is My Lucky Day

1 Juni 2012

Entah sejak kapan kalender yang berada di ruang tamu itu mempengaruhi hari-hariku yang berlalu, namun yang pasti kalender itu pernah mempengaruhi pikiranku. Yach, seperti kita ketahu bahwa kalender hanya sekumpulan kertas yang berisi tanggal dengan warna yang berbeda pada hari libur/raya namun yang membuat kalender di ruang tamu itu berbeda hampir setiap tanggal memiliki makna masing-masing.

Ada tanggal yang bertanda merah yang artinya lucky day, ada tanggal yang bertanda hitam yang berarti unlucky day, dan ada tanggal yang berwarna abu-abu yang artinya ordinary day. (doh, percaya atau tidak bahwa saya perlu turun ke ruang tamu dan memeriksa kembali apa arti dari warna abu-abu itu saking makna dari abu-abu itu hanya biasa-biasa saja)

Seperti yang tadi saya tuliskan bahwa kalender tersebut sempat mempengaruhi hari-hari dan pikiran karena setiap Saya melihatnya pasti beranggapan hari itu akan berlalu sesuai tanda dari setiap tanggal di kalender . Untuk seseorang yang ilmunya belum mantap kayak Saya butuh sedikit waktu yang lebih lama untuk lepas dari kebiasaan tersebut dan meyakinkan bahwa tanda yang ada di kalender itu hanya sebuah tanda yang tidak akan mempengaruhi hari-hariku.

Terakhir Saya melihat kalender itu kemarin dan tertulis bahwa pada tanggal hari ini itu tandanya abu-abu (ordinary day). Dan yang seperti kutuliskan sejak tadi bahwa setiap kali melihat kalender tsb Saya perlu bergulat dengan pikiran sendiri untuk meyakinkan hari yang menurut tanda pada tanggal itu salah dan sebaiknya lebih baik untuk menghindari melihat kalender itu.

Akhirnya untuk kesekian kali pula pikiran Saya menang melawan bujukan tanda dari tanggal tsb untuk mempercayainya karena Hari ini bisa dibilang adalah hari yang sungguh luar biasa atau lebih tepatnya hari keberuntunganku.

Kenapa ?

Hari ini ada ujian final sesi 1 dari seorang dosen dan Alhamdulillah Saya menjawab soal-soal dengan baik dan saya harap semoga jawaban-jawaban itu benar, jika salah semoga ketika lembaran jawabanku diperiksa si dosennya lagi ngantuk atau capek jadi beliau langsung memberi nilai bagus saja (devil banget harapan yang ini), atau semoga saja jawaban-jawaban dari teman-teman lainnya memiliki jumlah jawaban yang salah lebih banyak jika mungkin jawaban-jawabanku ada yang tidak tepat (Saya bingung kalau ini termasuk harapan devil atau tidak). Diantara semua harapan-harapan, ada satu hal merupakan harapan terbesar yakni semoga ilmu yang saya pelajari selama ini mengenai hal tersebut kelak bisa bermanfaat bagi orang banyak. Aminnn.

Selain bisa sarapan bareng dengan kak Riani di kantornya, diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang yang sudah cukup lama tidak bersua adalah moment berharga. Yachhh…Saya mungkin dibesarkan tanpa dijelaskan apa makna dan seperti apa keluarga itu semestinya namun Saya memiliki definisi sendiri mengenai keluarga.

Sepertinya butuh sedikit intermezzo untuk membahas lebih lanjut.

Menurut Saya, Teman merupakan orang-orang yang berada di sisi kita untuk suatu waktu, namun ada masanya dia akan pergi dan akan membuat kita merindukannya, setelah itu datang teman baru yang akan mengisi ruang teman yang telah pergi itu, dan begitu seterusnya. Bila satu teman pergi maka akan datang satu teman lain yang menggantikan posisi teman yang telah pergi tersebut.

Beda dengan keluarga, apapun bentuknya, apapun kebaikannya, apapun keburukannya, apapun karakternya, mereka akan tetap menjadi keluarga meskipun dia jauh, mereka akan kembali, dan tetap saja tidak ada orang yang mampu menggantikan posisinya sebagai keluarga.

Seperti dengan orang-orang yang hari ini Saya temui, meskipun tidak ada darah kekerabatan yang mengalir diantara kami namun Saya lebih memilih membangun puing-puing keakraban dengan menganggap mereka seperti keluarga sendiri (yachhh…inilah kenapa Saya selalu tidak bisa mengatakan diri Saya sebagai wanita yang family women sesungguhnya). Karena hingga sekarang Saya tidak bisa membedakan apakah Saya lebih sayang dengan keluarga yang selama ini tinggal serumah dengan Saya atau orang-orang yang bisa saja saya hanya menganggap mereka sebagai teman biasa yang kebetulan bertemu di dunia nyata atau suatu komunitas dunia maya, namun tidak bisa Saya pungkiri bahwa Saya juga menganggap mereka sebagai keluarga Saya (bisa-bisa nanti Saya dibilangi keluarga durhaka nich sama keluarga sendiri).

Meskipun orang-orang yang Saya temui hari ini tidak banyak namun cukup mempengaruhi dibandingkan hari-hari biasanya apalagi bisa ngobrol banyak dengan mereka ibarat nge-cas hape yang lagi lobet karena bertemu dengan orang-orang yang sudah cukup lama tidak bersua menurut Saya adalah moment berharga. So, Thank’s for today .

Tuch kan, hingga kata ini word count telah menunjukkan angka sekitar 681an kata (sebelum diedit lagi) dan akan bertambah terus yang artinya sudah terlalu panjang Saya bercuap-cuap melalui tulisan ini. Toch, belum tentu juga ada yang mau membacanya dari awal hingga selesai.

So, terima kasih atas hari ini karena berbeda dengan hari kemarin dan belum tentu hari esok akan menyapa seindah hari ini.

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply athir 2 Juni 2012 at 17:41

    Ketemu ki kemarin di’..cerita2 ttg gigi, jadi gmana mih gigi mu ca?

    • Reply Nurfaisyah 2 Juni 2012 at 19:11

      Alhamdulillah baikan mi gigiku kak 😀
      iye…termasukmeki itu disitu kak (blush)

    Leave a Reply